Kickoff kompetisi ISL tetap 5 Januari
Jum'at, 28 Desember 2012 - 23:03 WIB
Kickoff kompetisi ISL tetap 5 Januari
A
A
A
Sindonews.com - Permintaan PSSI agar Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) berjalan bersamaan sulit terwujud. Pasalnya, ISL musim 2012/2013, akan tetap diputar sesuai jadwal yaitu 5 Januari mendatang.
Sebelumnya lewat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, PSSI meminta kompetisi ISL dan Indonesia Premier League (IPL) bisa jalan bersamaan. PSSI meminta PT Liga Indonesia (PT Liga), agar mengikuti instruksi PSSI untuk menggelar kompetisi secara bersamaan pada 9 Februari mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Jakarta, Kamis (27/12).
"Apabila pertandingan sepak bola tidak sesuai aturan. Maka ada kekhawatiran FIFA nanti bisa terjadi hal yang tidak jujur dalam pelaksanaan prosedur sepak bola di Indonesia. Termasuk kekhawatiran FIFA yaitu pengaturan skor," ungkap Halim.
"Mengenai hal ini kami akan mengirimkan surat kepada PT LI dan LPIS (Operator IPL). Untuk menyesuaikan kickoff kompetisi menjadi tanggal 9 Februari 2013. Kalau kompetisi yang dimulai Januari kita minta untuk disesuaikan," sambung Halim.
Apa yang disampaikan PSSI melalui Halim, langsung dipatahkan CEO PT Liga, Joko Driyono. Menurutnya, tidak mungkin kompetisi ISL dimundurkan dari jadwal awal yang sudah ditetapkan. Dan lebih lanjut Joko menilai, jika keputusan PT Liga menggelar kompetisi pada 5 Januari mendatang, sudah melewati berbagai perencanaan yang tidak mungkin dengan mudahnya bisa diubah.
"Itu tidak mungkin. Ini bukan perencanaan satu dua hari saja. Saya ingin katakan sebenarnya hal ini sama seperti saat kami menggulirkan ISL musim kompetisi 2011/2012. Semuanya sudah dilakukan sesuai rencana yang panjang," ungkap Joko di Jakarta, kemarin.
Terkait pernyataan PSSI yang menyatakan jika semua kompetisi di Tanah Air ada di bawah yuridiksi federasi pimpinan Djohar Arifin Husin tersebut, Joko menyanggahnya. Menurut Joko, klub-klub ISL dan PT Liga ada di bawah kepengurusan PSSI KLB Ancol dimana telah memilih La Nyalla M Mattalitti sebagai ketua umum (ketum) PSSI tahun kepengurusan 2012/2016.
"Sekarang konteknya adalah masalah organisasi. PSSI saya dengar, menyatakan jika kompetisi ISL ada di bawah yuridikasi PSSI. Sekarang pemahamaan harus utuh. PSSI adalah lembaga dan temen-teman di ISL sudah memilih pengurus baru yaitu PSSI KLB Ancol. Jadi pengurusnya bukan pimpinan pak Djohar. PSSI di mata ISL adalah PSSI KLB Ancol di bawah pak Nyalla," papar Joko.
Soal PSSI pimpinan Djohar yang diakui AFC dan FIFA saat ini, Joko tidak mempersoalkan hal itu. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Joint Committee (JC) bentukan AFC tersebut menegaskan, adanya dualisme kompetisi, organisasi di sepak bola Indonesia tidak bisa ditutup-tutupi kepada AFC dan FIFA.
"Kami tidak masalah dengan adanya anggapan tersebut. Dan kami respek dengan keputusan tersebut. Biarkan saja pak Djohar dan anggotanya diakui AFC dan FIFA. Tapi kenyataannya saat ini, di Indonesia ada dualisme kompetisi. Dan hal itu tidak bisa dimungkiri," jelas Joko.
Sementara itu Deputi IV Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bidang peningkatan prestasi olah raga, Djoko Pekik Irianto, menjelaskan, jalannya kompetisi masih tetap sesuai dengan MoU dalam Joint Committee (JC). Tapi Djoko menjelaskan, pada kompetisi 2013 kompetisi ISL dan IPL tetap di bawah supervisi PSSI.
"Kemarin ada JC yang juga akan membahas soal unifikasi liga. Intinya pada tahun 2013 akan tetap berjalan ISL dan IPL, tapi memang tetap di bawah supervisi PSSI. Kompetisi itu puncak prestasi. Dan itu harus tetep berjalan karena sesuai dengan apa yang telah disepakati di dalam MoU," jelas Djoko, yang juga menjabat anggota Task Force (TF) bentukan pemerintah.
Sebelumnya lewat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, PSSI meminta kompetisi ISL dan Indonesia Premier League (IPL) bisa jalan bersamaan. PSSI meminta PT Liga Indonesia (PT Liga), agar mengikuti instruksi PSSI untuk menggelar kompetisi secara bersamaan pada 9 Februari mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Jakarta, Kamis (27/12).
"Apabila pertandingan sepak bola tidak sesuai aturan. Maka ada kekhawatiran FIFA nanti bisa terjadi hal yang tidak jujur dalam pelaksanaan prosedur sepak bola di Indonesia. Termasuk kekhawatiran FIFA yaitu pengaturan skor," ungkap Halim.
"Mengenai hal ini kami akan mengirimkan surat kepada PT LI dan LPIS (Operator IPL). Untuk menyesuaikan kickoff kompetisi menjadi tanggal 9 Februari 2013. Kalau kompetisi yang dimulai Januari kita minta untuk disesuaikan," sambung Halim.
Apa yang disampaikan PSSI melalui Halim, langsung dipatahkan CEO PT Liga, Joko Driyono. Menurutnya, tidak mungkin kompetisi ISL dimundurkan dari jadwal awal yang sudah ditetapkan. Dan lebih lanjut Joko menilai, jika keputusan PT Liga menggelar kompetisi pada 5 Januari mendatang, sudah melewati berbagai perencanaan yang tidak mungkin dengan mudahnya bisa diubah.
"Itu tidak mungkin. Ini bukan perencanaan satu dua hari saja. Saya ingin katakan sebenarnya hal ini sama seperti saat kami menggulirkan ISL musim kompetisi 2011/2012. Semuanya sudah dilakukan sesuai rencana yang panjang," ungkap Joko di Jakarta, kemarin.
Terkait pernyataan PSSI yang menyatakan jika semua kompetisi di Tanah Air ada di bawah yuridiksi federasi pimpinan Djohar Arifin Husin tersebut, Joko menyanggahnya. Menurut Joko, klub-klub ISL dan PT Liga ada di bawah kepengurusan PSSI KLB Ancol dimana telah memilih La Nyalla M Mattalitti sebagai ketua umum (ketum) PSSI tahun kepengurusan 2012/2016.
"Sekarang konteknya adalah masalah organisasi. PSSI saya dengar, menyatakan jika kompetisi ISL ada di bawah yuridikasi PSSI. Sekarang pemahamaan harus utuh. PSSI adalah lembaga dan temen-teman di ISL sudah memilih pengurus baru yaitu PSSI KLB Ancol. Jadi pengurusnya bukan pimpinan pak Djohar. PSSI di mata ISL adalah PSSI KLB Ancol di bawah pak Nyalla," papar Joko.
Soal PSSI pimpinan Djohar yang diakui AFC dan FIFA saat ini, Joko tidak mempersoalkan hal itu. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Joint Committee (JC) bentukan AFC tersebut menegaskan, adanya dualisme kompetisi, organisasi di sepak bola Indonesia tidak bisa ditutup-tutupi kepada AFC dan FIFA.
"Kami tidak masalah dengan adanya anggapan tersebut. Dan kami respek dengan keputusan tersebut. Biarkan saja pak Djohar dan anggotanya diakui AFC dan FIFA. Tapi kenyataannya saat ini, di Indonesia ada dualisme kompetisi. Dan hal itu tidak bisa dimungkiri," jelas Joko.
Sementara itu Deputi IV Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bidang peningkatan prestasi olah raga, Djoko Pekik Irianto, menjelaskan, jalannya kompetisi masih tetap sesuai dengan MoU dalam Joint Committee (JC). Tapi Djoko menjelaskan, pada kompetisi 2013 kompetisi ISL dan IPL tetap di bawah supervisi PSSI.
"Kemarin ada JC yang juga akan membahas soal unifikasi liga. Intinya pada tahun 2013 akan tetap berjalan ISL dan IPL, tapi memang tetap di bawah supervisi PSSI. Kompetisi itu puncak prestasi. Dan itu harus tetep berjalan karena sesuai dengan apa yang telah disepakati di dalam MoU," jelas Djoko, yang juga menjabat anggota Task Force (TF) bentukan pemerintah.
(aww)