Rexy: Hanya mengandalkan saya, Anda salah!
Sabtu, 29 Desember 2012 - 12:54 WIB
Rexy: Hanya mengandalkan saya, Anda salah!
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Rexy Mainaky meminta semua pihak untuk membantu dirinya. Sebab, kata Rexy, dia tak bisa membangkitkan bulu tangkis nasional yang tengah terpuruk jika harus menghadapinya sendirian.
Dalam pemaparan program Binpres kemarin, Rexy menyampaikan bahwa keberhasilan program pembinaan prestasi bukan hanya bergantung pada dirinya. Namun butuh kerjasama antara pemain, pelatih dan pengurus.
"Kalau dibilang Rexy kembali ke Indonesia, maka Indonesia pasti berhasil, ini salah. Semua ini tergantung dari kerjasama kita semua. Harus ada team work dan trust satu sama lain,"kata mantan pebulu tangkis nasional itu dikutip situs PBSI
Rexy menambahkan, Pelatnas Cipayung akan menerapkan sistem kepelatihan terpadu. Akan ada kepala pelatih dan pelatih yang semua struktur dan kedudukannya jelas, lengkap dengan job description masing-masing. Rexy juga memandang bahwa kualitas dan kuantitas pelatih juga menentukan kesuksesan tim nasional. Rasio yang imbang untuk melatih sekitar 15 pemain di satu nomor adalah setidaknya tiga orang pelatih.
"Kalau hanya ada dua pelatih dan yang satunya mendampingi beberapa yang tanding, maka sisanya yang tidak bertanding akan terbengkalai dan program akan sulit berjalan dengan efektif,"jelas Rexy yang pernah meraih medali emas Olimpiade Atlanta itu.
Satu hal yang dianggap Rexy selama ini menjadi penyebab menurunnya prestasi bulu tangkis Indonesia adalah kurangnya disiplin. Ia dengan tegas akan menerapkan sistem kepelatihan yang kental dengan kedisiplinan tak terkecuali kepada pemain senior maupun junior.
"Pemain yang senior harus menjadi role model, tidak bisa seenaknya. Kalau mau mengatur juniornya harus dibuktikan dulu dengan prestasi. Seperti saya sebagai Kabid Binpres, tidak bisa buat peraturan kalau saya sendiri tidak disiplin,"ungkap Rexy.
Dalam pemaparan program Binpres kemarin, Rexy menyampaikan bahwa keberhasilan program pembinaan prestasi bukan hanya bergantung pada dirinya. Namun butuh kerjasama antara pemain, pelatih dan pengurus.
"Kalau dibilang Rexy kembali ke Indonesia, maka Indonesia pasti berhasil, ini salah. Semua ini tergantung dari kerjasama kita semua. Harus ada team work dan trust satu sama lain,"kata mantan pebulu tangkis nasional itu dikutip situs PBSI
Rexy menambahkan, Pelatnas Cipayung akan menerapkan sistem kepelatihan terpadu. Akan ada kepala pelatih dan pelatih yang semua struktur dan kedudukannya jelas, lengkap dengan job description masing-masing. Rexy juga memandang bahwa kualitas dan kuantitas pelatih juga menentukan kesuksesan tim nasional. Rasio yang imbang untuk melatih sekitar 15 pemain di satu nomor adalah setidaknya tiga orang pelatih.
"Kalau hanya ada dua pelatih dan yang satunya mendampingi beberapa yang tanding, maka sisanya yang tidak bertanding akan terbengkalai dan program akan sulit berjalan dengan efektif,"jelas Rexy yang pernah meraih medali emas Olimpiade Atlanta itu.
Satu hal yang dianggap Rexy selama ini menjadi penyebab menurunnya prestasi bulu tangkis Indonesia adalah kurangnya disiplin. Ia dengan tegas akan menerapkan sistem kepelatihan yang kental dengan kedisiplinan tak terkecuali kepada pemain senior maupun junior.
"Pemain yang senior harus menjadi role model, tidak bisa seenaknya. Kalau mau mengatur juniornya harus dibuktikan dulu dengan prestasi. Seperti saya sebagai Kabid Binpres, tidak bisa buat peraturan kalau saya sendiri tidak disiplin,"ungkap Rexy.
(wir)