Yamaha ngotot ingin gelar MotoGP di Indonesia
Sabtu, 29 Desember 2012 - 14:36 WIB
Yamaha ngotot ingin gelar MotoGP di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Berita menghebohkan datang dari Bos tim Yamaha Lin Jarvis sangat terkesan dengan atensi penggemar MotoGP di Asia Tenggara yang tercermin dari jumlah penonton di Sirkuit Sepang, Malaysia, musim ini yang mencapai 77.178 orang.
Sayangnya di kawasan ini baru Malaysia yang bisa menjadi tuan rumah, sedangkan Sirkuit Sentul di Indonesia, yang terakhir menjadi tuan rumah MotoGP pada 1997, masih perlu pembenahan besar-besaran sebelum dinilai layak lagi.
Jarvis mengungkapkan keinginannya agar Sentul bisa segera di-upgrade untuk memenuhi standar MotoGP yang sekarang, dan sembari menunggu itu dia mengusulkan Sepang bisa menjadi tuan rumah dua kali dalam semusim agar bisa terus menjaga hubungan dengan para fans di Asia Tenggara.
“Jumlah penonton di Sepang bulan lalu memberi gambaran sempurna tentang betapa populernya MotoGP di Asia Tenggara, dan menurutku seri kedua di sana akan diterima oleh semua pihak terkait sampai trek yang telah ada seperti Sentul bisa di-upgrade, atau dibangun trek baru untuk MotoGP di kawasan itu,” kata Jarvis seperti diberitakan, bikesportnews.com.
Jarvis rupanya juga sudah menyampaikan usulan itu kepada bos Dorna, Carmelo Ezpeleta. Jumlah penonton di Sepang musim ini meningkat sekitar 10.000 orang dibandingkan tahun lalu, dan jauh mengalahkan kehadiran di Silverstone, Inggris (66.230), Mugello, Italia (64.165) dan bahkan di seri pamungkas di Valencia, Spanyol (61.856).
Rekor baru di Sepang ini juga sedikit saja di bawah jumlah penonton di sirkuit-sirkuit kondang yaitu Le Mans, Prancis (80.205) dan Catalunya, Spanyol (79.351).
Salah satu pendorong jumlah penonton di Sepang adalah kehadiran pembalap tuan rumah, Zulfahmi Khairuddin, di ajang Moto3 yang ketika itu bisa meraih podium dan menjadi orang pertama Malaysia yang bisa melakukannya di grand prix dunia.
Untuk musim depan, dua pembalap Indonesia Doni Tata Pradita dan Rafid Topan Sucipto juga akan berlaga di kelas yang lebih bergengsi, Moto2, sehingga diperkirakan akan ada lebih banyak lagi penggemar dari Indonesia, di mana tahun ini sudah terjual 6 juta sepeda motor, kata MCN.
Sementara itu, Thailand dan Singapura belum memiliki trek untuk MotoGP sehingga alternatif tercepat untuk menambah balapan di kawasan tersebut adalah dengan dua kali seri di Sepang dan segera membenahi Sirkuit Sentul.
Yamaha sendiri sudah aktif memperkenalkan tim MotoGP-nya di Indonesia dengan beberapa kali mengirimkan Jorge Lorenzo, Ben Spies dan Valentino Rossi. “Daya tarik MotoGP di Asia Tenggara benar-benar sudah melesat, sehingga sangat penting bagi olahraga ini dan bagi para pabrikan untuk berusaha semakin dikenal di kawasan tersebut,” pungkasnya.
Sayangnya di kawasan ini baru Malaysia yang bisa menjadi tuan rumah, sedangkan Sirkuit Sentul di Indonesia, yang terakhir menjadi tuan rumah MotoGP pada 1997, masih perlu pembenahan besar-besaran sebelum dinilai layak lagi.
Jarvis mengungkapkan keinginannya agar Sentul bisa segera di-upgrade untuk memenuhi standar MotoGP yang sekarang, dan sembari menunggu itu dia mengusulkan Sepang bisa menjadi tuan rumah dua kali dalam semusim agar bisa terus menjaga hubungan dengan para fans di Asia Tenggara.
“Jumlah penonton di Sepang bulan lalu memberi gambaran sempurna tentang betapa populernya MotoGP di Asia Tenggara, dan menurutku seri kedua di sana akan diterima oleh semua pihak terkait sampai trek yang telah ada seperti Sentul bisa di-upgrade, atau dibangun trek baru untuk MotoGP di kawasan itu,” kata Jarvis seperti diberitakan, bikesportnews.com.
Jarvis rupanya juga sudah menyampaikan usulan itu kepada bos Dorna, Carmelo Ezpeleta. Jumlah penonton di Sepang musim ini meningkat sekitar 10.000 orang dibandingkan tahun lalu, dan jauh mengalahkan kehadiran di Silverstone, Inggris (66.230), Mugello, Italia (64.165) dan bahkan di seri pamungkas di Valencia, Spanyol (61.856).
Rekor baru di Sepang ini juga sedikit saja di bawah jumlah penonton di sirkuit-sirkuit kondang yaitu Le Mans, Prancis (80.205) dan Catalunya, Spanyol (79.351).
Salah satu pendorong jumlah penonton di Sepang adalah kehadiran pembalap tuan rumah, Zulfahmi Khairuddin, di ajang Moto3 yang ketika itu bisa meraih podium dan menjadi orang pertama Malaysia yang bisa melakukannya di grand prix dunia.
Untuk musim depan, dua pembalap Indonesia Doni Tata Pradita dan Rafid Topan Sucipto juga akan berlaga di kelas yang lebih bergengsi, Moto2, sehingga diperkirakan akan ada lebih banyak lagi penggemar dari Indonesia, di mana tahun ini sudah terjual 6 juta sepeda motor, kata MCN.
Sementara itu, Thailand dan Singapura belum memiliki trek untuk MotoGP sehingga alternatif tercepat untuk menambah balapan di kawasan tersebut adalah dengan dua kali seri di Sepang dan segera membenahi Sirkuit Sentul.
Yamaha sendiri sudah aktif memperkenalkan tim MotoGP-nya di Indonesia dengan beberapa kali mengirimkan Jorge Lorenzo, Ben Spies dan Valentino Rossi. “Daya tarik MotoGP di Asia Tenggara benar-benar sudah melesat, sehingga sangat penting bagi olahraga ini dan bagi para pabrikan untuk berusaha semakin dikenal di kawasan tersebut,” pungkasnya.
(wbs)