Dibuka rekening peduli Persipur
Sabtu, 29 Desember 2012 - 17:37 WIB
Dibuka rekening peduli Persipur
A
A
A
Sindonews.com - Upaya untuk menggali dana demi bisa membiayai Persipur Purwodadi untuk menjalani kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2013, terus dilakukan oleh manajemen.
Mulai menggadaikan sertifikat, mengajukan penawaran proposal kepada pengusaha-pengusah baik lokal, maupun luar daerah pun telah dilakukan. Namun, nampaknya hal itu belum mampu membuahkan hasil.
Manajemen pun tidak mau patah semangat untuk menggali sumber dana. Kali ini manajemen giliran membuka rekening peduli Persipur, untuk menggalang dana dari masyarakat.
Ketua II Bidang Anggaran Persipur Tjatoer S, mengaku, manajemen telah membuka rekening di Bank BRI, dengan nomer 6013-01-022115-53- atas nama Persipur."Kita rencananya akan membuka lima rekening, dengan harapan masyarakat peduli dengan Persipur," katanya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Grobogan dari partai PDI Perjuangan ini mengaku, dengan Persipur masuk ke Divisi Utama, praktis sudah tidak bisa lagi mengandalkan pembiayaan dari APBD Kabupaten. Manajemen pun perlu kerja keras untuk mendapatkan investor, guna membiayai klub."Dulu kita menggunakan APBD tapi sekarang kita sudah di liga profesional dan tidak bisa lagi menggandalkan APBD, oleh sebab itu kita harus kerja keras untuk menggali sumber dana," ujarnya.
Dijelaskannya, pembukaan rekening tersebut mamang ditujukan untuk masyarakat umum yang ingin berpartisipasi, untuk membantu pendanaan Persipur dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama."Persipur adalah milik masyarkat, oleh sebab itu kami harap masyarakat turut ambil bagian dalam mensukseskan Persipur ke depan," katanya.
Dia mengaku, sejumlah proposal yang diajukan ke bebrapa pengusaha baik lokal maupun di luar Grobogan belum membuahkan hasil."Memang sudah ada beberap yang sudah mendekati kata sepakat, tapi saya belum bisa mengatakan karena belum ada kata sepakat," imbuhnya.
Dia mengatakan, dalam rencana anggaran Persipur butuh anggaran sekitar Rp3-4 Miliar. Dana tersebut untuk klub sekelas Persipur jelas bukan dana yang sedikit. Oleh sebab itu segala upaya dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Selain mengandalkan Investor dan Donasi dari masyarakat, dia juga mengajak seluruh masyarakat Grobogan yang mencintai Persipur untuk meramaikan Stadion Krida Bakti setiap laga kandang.
Menurutnya sekaranglah saatnya, Masyarakat Grobogan untuk mendukung Persipur, karena Persipur sekarang bukan lagi klub Amatir."Sekarang Persipur adalah klub Profesional, dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan, karena tanpa dukungan masyarakat Persipur bukan apa-apa," katanya.
Dengan, miskinya kantong klub manajemen pun memutuskan hanya menggunakan pemain-pemain lokal, tanpa menggunakan pemain asing."Dana kita terbatas, untuk sementara ini kami memang mengambil pemain-pemain lokal, tetapi jika dibutuhkan, pada paruh musim kita akan mengambil pemain asing," jelasnya.
Mulai menggadaikan sertifikat, mengajukan penawaran proposal kepada pengusaha-pengusah baik lokal, maupun luar daerah pun telah dilakukan. Namun, nampaknya hal itu belum mampu membuahkan hasil.
Manajemen pun tidak mau patah semangat untuk menggali sumber dana. Kali ini manajemen giliran membuka rekening peduli Persipur, untuk menggalang dana dari masyarakat.
Ketua II Bidang Anggaran Persipur Tjatoer S, mengaku, manajemen telah membuka rekening di Bank BRI, dengan nomer 6013-01-022115-53- atas nama Persipur."Kita rencananya akan membuka lima rekening, dengan harapan masyarakat peduli dengan Persipur," katanya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Grobogan dari partai PDI Perjuangan ini mengaku, dengan Persipur masuk ke Divisi Utama, praktis sudah tidak bisa lagi mengandalkan pembiayaan dari APBD Kabupaten. Manajemen pun perlu kerja keras untuk mendapatkan investor, guna membiayai klub."Dulu kita menggunakan APBD tapi sekarang kita sudah di liga profesional dan tidak bisa lagi menggandalkan APBD, oleh sebab itu kita harus kerja keras untuk menggali sumber dana," ujarnya.
Dijelaskannya, pembukaan rekening tersebut mamang ditujukan untuk masyarakat umum yang ingin berpartisipasi, untuk membantu pendanaan Persipur dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama."Persipur adalah milik masyarkat, oleh sebab itu kami harap masyarakat turut ambil bagian dalam mensukseskan Persipur ke depan," katanya.
Dia mengaku, sejumlah proposal yang diajukan ke bebrapa pengusaha baik lokal maupun di luar Grobogan belum membuahkan hasil."Memang sudah ada beberap yang sudah mendekati kata sepakat, tapi saya belum bisa mengatakan karena belum ada kata sepakat," imbuhnya.
Dia mengatakan, dalam rencana anggaran Persipur butuh anggaran sekitar Rp3-4 Miliar. Dana tersebut untuk klub sekelas Persipur jelas bukan dana yang sedikit. Oleh sebab itu segala upaya dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Selain mengandalkan Investor dan Donasi dari masyarakat, dia juga mengajak seluruh masyarakat Grobogan yang mencintai Persipur untuk meramaikan Stadion Krida Bakti setiap laga kandang.
Menurutnya sekaranglah saatnya, Masyarakat Grobogan untuk mendukung Persipur, karena Persipur sekarang bukan lagi klub Amatir."Sekarang Persipur adalah klub Profesional, dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan, karena tanpa dukungan masyarakat Persipur bukan apa-apa," katanya.
Dengan, miskinya kantong klub manajemen pun memutuskan hanya menggunakan pemain-pemain lokal, tanpa menggunakan pemain asing."Dana kita terbatas, untuk sementara ini kami memang mengambil pemain-pemain lokal, tetapi jika dibutuhkan, pada paruh musim kita akan mengambil pemain asing," jelasnya.
(wbs)