Big bos F1 terancam lengser
Minggu, 30 Desember 2012 - 20:26 WIB
Big bos F1 terancam lengser
A
A
A
Sindonews.com - CEO Formula One (F1), Bernie Ecclestone mengatakan penjualan perusahaan pemegang saham mayoritas F1, CVC, yang dilakukannya pada 2006 lalu. Dapat membuatnya kehilangan peran di kejuaraan jet darat ini. Pasalnya, pria berusia 81 tahun tersebut diduga telah melakukan suap sekitar USD44 juta atau setara dengan 424,6 miliar kepada bankir asal jerman Gerhard Gribkowsky.
Gribkowsky sendiri telah ditangkap pada tahun 2011 lalu, namun hingga saat ini dia belum dijatuhkan hukuman. Sedangkan, Ecclestone sedang diselidiki oleh pihak berwenang, dan dia tidak menyangkal telah melakukan pembayaran. Tetapi, hal itu menurutnya bukanlah suap.
Menurutnya, pengakuan Gribkowsky bisa mengakhiri kariernya dipengelolaan olahraga jet darat. Ecclestone telah menjalankan perusahaan olahraga untuk F1 Management, hampir 40 tahun.
"Permasalahan CVC, mungkin bisa menyingkirkan saya di F1. Jika bankir Jerman tetap memberikan keterangan yang menyimpang. Namun, pemberitaan beberapa pekan terakhir ini, cukup jelas, kalau saya akan di penjara," katanya seperti dilansir Crash, Minggu (30/12/2012).
Gribkowsky sendiri telah ditangkap pada tahun 2011 lalu, namun hingga saat ini dia belum dijatuhkan hukuman. Sedangkan, Ecclestone sedang diselidiki oleh pihak berwenang, dan dia tidak menyangkal telah melakukan pembayaran. Tetapi, hal itu menurutnya bukanlah suap.
Menurutnya, pengakuan Gribkowsky bisa mengakhiri kariernya dipengelolaan olahraga jet darat. Ecclestone telah menjalankan perusahaan olahraga untuk F1 Management, hampir 40 tahun.
"Permasalahan CVC, mungkin bisa menyingkirkan saya di F1. Jika bankir Jerman tetap memberikan keterangan yang menyimpang. Namun, pemberitaan beberapa pekan terakhir ini, cukup jelas, kalau saya akan di penjara," katanya seperti dilansir Crash, Minggu (30/12/2012).
(wbs)