Racikan Timnas ala PSSI
Senin, 31 Desember 2012 - 15:49 WIB
Racikan Timnas ala PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Polemik dualisme kepemimpinan organisasi sepak bola Indonesia antara PSSI dan KPSI terus bergulir. Masing-masing kubu ngotot untuk membentuk timnas. Setelah KPSI tidak akan mengizinkan klub-klub ISL untuk memberikan pemain membela timnas, PSSI mengambil ancang-ancang untuk meracik pembentukan Timnas.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Halim Mahfudz, mengatakan, PSSI berupaya untuk membangun timnas yang tangguh. Langkah yang ditempuh untuk mewujudkan itu adalah membentuk tim yang secara khusus menanggani Timnas Indonesia.
“Tim beranggotakan lima sampai tujuh orang. Mereka bertugas untuk mengurusi timnas di semua tingkatan usia, baik dari segi teknis maupun non teknis. Tim ini akan dipimpin oleh seorang anggota Komite Eksekutif PSSI,” ujarnya seperti dilansir situs resmi PSSI.
Menurut Halim Mahfudz, sampai saat ini Komite Eksekutif PSSI masih mendata nama-nama kandidat untuk mengisi pos tersebut.
“Setelah tim ini terbentuk, mereka yang akan menentukan nama yang bakal mengisi posisi direktur teknik dan lain-lain. Siapapun yang dilihat mempunyai komitmen dalam membangun timnas, bisa masuk dalam tim itu," tuturnya.
Sementara itu Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy, mengaku siap kembali membuka pintu komunikasi dengan KPSI. Bagaimana mekanismenya, menurutnya sedang disiapkan Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz.
"Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, yang akan membuat seperti apa bentuk negosiasi yang akan ditawarkan. Yang pasti akan ada proses negosiasi ulang. Kapan ditawarkan atau dilaksanakan, saya belum bisa sampaikan sekarang. Tapi saya tentu berharap bisa dilakukan dengan cepat, agar masalah yang ada bisa segera selesai,"papar Bob.
Lebih lanjut, pria yang juga bertindak sebagai Koordinator tim nasional (timnas) Indonesia ini menyatakan, ada kemungkinan komunikasi antara PSSI dan KPSI masih menyangkut pada isi MoU. Apa yang disampaikan Bob, seolah membingungkan. Karena sebelumnya, PSSI sendiri yang membatalkan MoU PSSI dan KPSI jelang digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), 10 Desember yang lalu.
"Selama proses negosiasi, PSSI akan membicarakan mengenai pengembalian empat Exco (La Nylla M Mattaliti, Erwin D Budiawan, Toni Apriliani, dan Roberto Rouw). Selain itu kami juga akan membahas masalah dualisme liga dan penyatuannya,"tutup pria yang juga mantan punggawa timnas Indonesia di era 1960 tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Halim Mahfudz, mengatakan, PSSI berupaya untuk membangun timnas yang tangguh. Langkah yang ditempuh untuk mewujudkan itu adalah membentuk tim yang secara khusus menanggani Timnas Indonesia.
“Tim beranggotakan lima sampai tujuh orang. Mereka bertugas untuk mengurusi timnas di semua tingkatan usia, baik dari segi teknis maupun non teknis. Tim ini akan dipimpin oleh seorang anggota Komite Eksekutif PSSI,” ujarnya seperti dilansir situs resmi PSSI.
Menurut Halim Mahfudz, sampai saat ini Komite Eksekutif PSSI masih mendata nama-nama kandidat untuk mengisi pos tersebut.
“Setelah tim ini terbentuk, mereka yang akan menentukan nama yang bakal mengisi posisi direktur teknik dan lain-lain. Siapapun yang dilihat mempunyai komitmen dalam membangun timnas, bisa masuk dalam tim itu," tuturnya.
Sementara itu Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy, mengaku siap kembali membuka pintu komunikasi dengan KPSI. Bagaimana mekanismenya, menurutnya sedang disiapkan Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz.
"Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, yang akan membuat seperti apa bentuk negosiasi yang akan ditawarkan. Yang pasti akan ada proses negosiasi ulang. Kapan ditawarkan atau dilaksanakan, saya belum bisa sampaikan sekarang. Tapi saya tentu berharap bisa dilakukan dengan cepat, agar masalah yang ada bisa segera selesai,"papar Bob.
Lebih lanjut, pria yang juga bertindak sebagai Koordinator tim nasional (timnas) Indonesia ini menyatakan, ada kemungkinan komunikasi antara PSSI dan KPSI masih menyangkut pada isi MoU. Apa yang disampaikan Bob, seolah membingungkan. Karena sebelumnya, PSSI sendiri yang membatalkan MoU PSSI dan KPSI jelang digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), 10 Desember yang lalu.
"Selama proses negosiasi, PSSI akan membicarakan mengenai pengembalian empat Exco (La Nylla M Mattaliti, Erwin D Budiawan, Toni Apriliani, dan Roberto Rouw). Selain itu kami juga akan membahas masalah dualisme liga dan penyatuannya,"tutup pria yang juga mantan punggawa timnas Indonesia di era 1960 tersebut.
(wbs)