Bos Ducati kehilangan Stoner
Senin, 31 Desember 2012 - 20:09 WIB
Bos Ducati kehilangan Stoner
A
A
A
Sindonews.com - Bos Ducati, Vittoriano Guareschi, mengaku kehilangan pembalap berbakat di MotoGP setelah Casey Stoner mengumumkan pensiun akhir musim ini. Kepastian masa depannya itu diungkapkannya sebelum balapan di Grand Prix Philip Island, Australia berlangsung beberapa bulan lalu. Guareschi akan selalu mengingat kenangan bersama Stoner, ketika dia mampu mengejutkan pecinta MotoGP, saat meraih gelar juara bersama Ducati pada 2007.
"Stoner jelas, bahwa dirinya sangat cepat dalam mengendarai motor. Bahkan, ia mampu beradaptasi dengan cepat bersama tim. Saya menyadari pembalap Australia itu, memiliki bakat yang luar biasa. Saya akan selalu ingat kemenangan merebut juara di MotoGP pada tahun 2007 sebagai momen yang sangat istimewa," ungkapnya seperti dilansir MCN, Senin (31/12/2012).
"Kami merasa telah membuat motor baik di tahun itu, dan ketika Stoner menang untuk kali pertama, saya benar-benar senang. Pasalnya, tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa dia dapat merebut gelar juara MotoGP."
"Ini merupakan keputusan yang kurang tepat bagi para pecinta MotoGP, ketika mendengar pembalap berbakat mereka pensiun dari kejuaraan ini. Sebab, jika dilihat dari usianya, dia masih muda dan cepat dalam mengendari motor. Jadi, siapa yang menyangka keputusan untuk meninggalkan balapan diambilnya. Saya rasa olahraga balapan motor ini membutuhkan bakat seperti dia," tutupnya.
"Stoner jelas, bahwa dirinya sangat cepat dalam mengendarai motor. Bahkan, ia mampu beradaptasi dengan cepat bersama tim. Saya menyadari pembalap Australia itu, memiliki bakat yang luar biasa. Saya akan selalu ingat kemenangan merebut juara di MotoGP pada tahun 2007 sebagai momen yang sangat istimewa," ungkapnya seperti dilansir MCN, Senin (31/12/2012).
"Kami merasa telah membuat motor baik di tahun itu, dan ketika Stoner menang untuk kali pertama, saya benar-benar senang. Pasalnya, tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa dia dapat merebut gelar juara MotoGP."
"Ini merupakan keputusan yang kurang tepat bagi para pecinta MotoGP, ketika mendengar pembalap berbakat mereka pensiun dari kejuaraan ini. Sebab, jika dilihat dari usianya, dia masih muda dan cepat dalam mengendari motor. Jadi, siapa yang menyangka keputusan untuk meninggalkan balapan diambilnya. Saya rasa olahraga balapan motor ini membutuhkan bakat seperti dia," tutupnya.
(aww)