Nih, alasan Spies tinggalkan Yamaha
Kamis, 03 Januari 2013 - 11:31 WIB
Nih, alasan Spies tinggalkan Yamaha
A
A
A
Sindonews.com - Pembalap anyar Pramac Ducati, Ben Spies, membeberkan alasannya meninggalkan Yamaha Factory Racing tahun ini. Menurutnya, mantan bosnya itu telah kehilangan kepercayaan kepada dirinya untuk tetap mengendarai Yamaha di musim ini.
Kepergian Spies bukan menjadi kabar yang mengejutkan. Pasalnya, pada Juli lalu dia sempat mengutarakan niatnya itu lewat akun twitter pribadinya. Setelah Yamaha belum bergerak untuk mengajukan perpanjangan kontraknya. Keputusan mengenai masa depannya itu, semakin sulit ketika dia mengalami keracunan makanan di Mugello.
"Yamaha saat itu berada di Italia, untuk melakukan uji di hari berikutnya. Namun, saya tidak bisa mengikuti uji tersebut. Sebab, saya tidak mampu bergerak bahkan tak mampu berbuat apa-apa. Tapi, ternyata seorang karyawan senior Yamaha berkata kepada saya, bahwa mereka telah menginvestasikan banyak uang untuk anda. Jadi, jangan datang ke Laguna Seca jika Anda tidak 100 persen," terangnya seperti dilansir Yahoo Sport, Kamis (3/1/2013).
"Mereka telah kehilangan kepercayaan pada diri saya. Sejak itulah saya memutuskan untuk tidak akan bersama Yamaha pada tahun 2013. Sebenarnya, saya punya banyak teman baik di Yamaha, tetapi ketika seseorang berbicara ke Anda seperti itu, Anda kehilangan rasa hormat untuk mereka."
Pada tahun lalu, pembalap asal Amerika Serikat itu bersama Yamaha berhasil menempati posisi kesepuluh dengan raihan 88 poin. Dia jauh lebih baik dibandingkan mantan rekan setimnya, Mattia Pasini, yang hanya mampu berada di urutan ke-20 dengan 13 poin. Meski begitu, Spies sempat merasa pesimistis untuk bisa kembali ke MotoGP, sebelum tawaran dari Pramac Ducati datang.
Namun, dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa pencapaiannya di kejuaraan balap motor ini belum luar biasa. Karena itu, Spies optimistis Ducati bisa memberikannya kesempatan yang lebih baik untuk menunjukkan potensinya dibandingkan Yamaha. "Saya mulai berpikir banyak dan akhirnya menyimpulkan bahwa saya belum mencapai kemampuan penuh saya di MotoGP," pungkas Spies.
Kepergian Spies bukan menjadi kabar yang mengejutkan. Pasalnya, pada Juli lalu dia sempat mengutarakan niatnya itu lewat akun twitter pribadinya. Setelah Yamaha belum bergerak untuk mengajukan perpanjangan kontraknya. Keputusan mengenai masa depannya itu, semakin sulit ketika dia mengalami keracunan makanan di Mugello.
"Yamaha saat itu berada di Italia, untuk melakukan uji di hari berikutnya. Namun, saya tidak bisa mengikuti uji tersebut. Sebab, saya tidak mampu bergerak bahkan tak mampu berbuat apa-apa. Tapi, ternyata seorang karyawan senior Yamaha berkata kepada saya, bahwa mereka telah menginvestasikan banyak uang untuk anda. Jadi, jangan datang ke Laguna Seca jika Anda tidak 100 persen," terangnya seperti dilansir Yahoo Sport, Kamis (3/1/2013).
"Mereka telah kehilangan kepercayaan pada diri saya. Sejak itulah saya memutuskan untuk tidak akan bersama Yamaha pada tahun 2013. Sebenarnya, saya punya banyak teman baik di Yamaha, tetapi ketika seseorang berbicara ke Anda seperti itu, Anda kehilangan rasa hormat untuk mereka."
Pada tahun lalu, pembalap asal Amerika Serikat itu bersama Yamaha berhasil menempati posisi kesepuluh dengan raihan 88 poin. Dia jauh lebih baik dibandingkan mantan rekan setimnya, Mattia Pasini, yang hanya mampu berada di urutan ke-20 dengan 13 poin. Meski begitu, Spies sempat merasa pesimistis untuk bisa kembali ke MotoGP, sebelum tawaran dari Pramac Ducati datang.
Namun, dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa pencapaiannya di kejuaraan balap motor ini belum luar biasa. Karena itu, Spies optimistis Ducati bisa memberikannya kesempatan yang lebih baik untuk menunjukkan potensinya dibandingkan Yamaha. "Saya mulai berpikir banyak dan akhirnya menyimpulkan bahwa saya belum mencapai kemampuan penuh saya di MotoGP," pungkas Spies.
(aww)