PSSI akan laporkan pemerintah ke FIFA
Sabtu, 05 Januari 2013 - 14:37 WIB
PSSI akan laporkan pemerintah ke FIFA
A
A
A
Sindonews.com - Keputusan pemerintah melalui Kemepora yang memberikan rekomendasi kepada PT liga Indonesia untuk menyelenggarakan ISL musim ini berbuntut panjang.
PSSI melalui Sekjen Halim Mahfudz menilai apa yang telah diputuskan oleh pemerintah merupakan sebuah keputusan yang kurang tepat.
"Saya memang tahu bahwa dalam syarat yang diajukkan, di antaranya meminta agar PT Liga Indonesia memberikan izin kepada pemain untuk membela timnas dan itu jelas bagus bagi kami. Tapi, ketika kemudian kami disamakan lagi dengan kelompok tidak sah, yang menaungi ISL, itu akan menjadi hal yang membuat kami harus menyampaikannya kepada FIFA," ujarnya di Jakarta.
Pemilik perusahaan konsultan Public Relations Halma Strategic ini juga mengungkapkan kalau seharusnya pemerintah meminta kepada pihak-pihak yang berseberangan bisa kembali ke PSSI.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena dalam surat GIFA tanggal 26 November 2012, badan sepak bola dunia itu sudah mengingatkan pemerintah jika PSSI merupakan lembaga yang sah mengatur sepak bola di Indonesia.
"Surat itupula yang membuat kami mengirim surat tertanggal 21 Desember 2012 agar semua kembali ke yuridiksi PSSI. Karena jika tidak, tak ada salah satu pun yang menjamin kualitas pertandingan. Itu juga yang akan menimbulkan kekhawatiran dalam FIFA," jelasnya.
"Jadi, hal itu yang akan kami konsultasikan ke FIFA dan AFC. Kami akan menjelaskan bahwa pemerintah masuk lewat perizinan dan segala macam. Biar nanti penilaiannya ada di FIFA. Sebenarnya, sekarang pun bahkan bisa kita laporkan, bahkan hari ini kami akan kirim bawa pemerintah telah memberi izin liga itu berjalan," pungkasnya
PSSI melalui Sekjen Halim Mahfudz menilai apa yang telah diputuskan oleh pemerintah merupakan sebuah keputusan yang kurang tepat.
"Saya memang tahu bahwa dalam syarat yang diajukkan, di antaranya meminta agar PT Liga Indonesia memberikan izin kepada pemain untuk membela timnas dan itu jelas bagus bagi kami. Tapi, ketika kemudian kami disamakan lagi dengan kelompok tidak sah, yang menaungi ISL, itu akan menjadi hal yang membuat kami harus menyampaikannya kepada FIFA," ujarnya di Jakarta.
Pemilik perusahaan konsultan Public Relations Halma Strategic ini juga mengungkapkan kalau seharusnya pemerintah meminta kepada pihak-pihak yang berseberangan bisa kembali ke PSSI.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena dalam surat GIFA tanggal 26 November 2012, badan sepak bola dunia itu sudah mengingatkan pemerintah jika PSSI merupakan lembaga yang sah mengatur sepak bola di Indonesia.
"Surat itupula yang membuat kami mengirim surat tertanggal 21 Desember 2012 agar semua kembali ke yuridiksi PSSI. Karena jika tidak, tak ada salah satu pun yang menjamin kualitas pertandingan. Itu juga yang akan menimbulkan kekhawatiran dalam FIFA," jelasnya.
"Jadi, hal itu yang akan kami konsultasikan ke FIFA dan AFC. Kami akan menjelaskan bahwa pemerintah masuk lewat perizinan dan segala macam. Biar nanti penilaiannya ada di FIFA. Sebenarnya, sekarang pun bahkan bisa kita laporkan, bahkan hari ini kami akan kirim bawa pemerintah telah memberi izin liga itu berjalan," pungkasnya
(aww)