IPW: Polri jangan izinkan LSI-LPI gelar kompetisi
Minggu, 06 Januari 2013 - 16:26 WIB
IPW: Polri jangan izinkan LSI-LPI gelar kompetisi
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada Polri yang tidak mengeluarkan ijin bagi penyelenggaraan Kompetisi LSI dan LPI. Jika ada pihak-pihak yang melanggar ketentuan tersebut, Polri harus bersikap tegas menangkapnya. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan sebaiknya polisi menggembok stadion yang akan dipakai LSI dan LPI.
Ketua Dewan Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mengingatkan bahwa salah satu peran Polri adalah sebagai alat pemersatu bangsa. Jika ada kelompok dan even yg mengarah pada pemecahbelaan kesatuan bangsa, Polri harus bertindak tegas.
" Tindakan polisi yang tidak memberi ijin pada LSI dan LPI adalah sebuah langkah yang sangat tepat, sebuah langkah untuk mempersatukan anak-anak bangsa yang bertikai di sepak bola nasional," ucapnya kepada sindonews, Minggu (6/1/2013)
IPW berharap para suporter dan masyarakat sepak bola maupun pemerintah harus mendukung langkah postif yang diambil Polri ini.
" Sebab tindakan Polri itu merupakan sebuah terobosan untuk mengkonsolidasikan dan menyatukan sepak bola nasional agar bisa solid dan melahirkan tim-tim sepak bola nasional yang mampu menjadi kebanggaan bangsa tanpa ada aksi perbudakan gaya baru, tanpa ada aksi tipu-tipu dan kejahatan yang tidak membayar gaji pemain," tutur
IPW juga memberi apresiasi pada The Jak suporter Persija yang melakukan aksi demo menuntut gaji para pemain Persija yang tertunggak agar segera dibayarkan. IPW juga mendukung langkah-langkah Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang berjuang agar 22 klub penunggak gaji pemain bertanggungjawab.
" IPW mengimbau para suporter dan APPI agar melaporkan kasus penipuan gaji ini ke Mabes Polri," pungkasnya.
Ketua Dewan Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mengingatkan bahwa salah satu peran Polri adalah sebagai alat pemersatu bangsa. Jika ada kelompok dan even yg mengarah pada pemecahbelaan kesatuan bangsa, Polri harus bertindak tegas.
" Tindakan polisi yang tidak memberi ijin pada LSI dan LPI adalah sebuah langkah yang sangat tepat, sebuah langkah untuk mempersatukan anak-anak bangsa yang bertikai di sepak bola nasional," ucapnya kepada sindonews, Minggu (6/1/2013)
IPW berharap para suporter dan masyarakat sepak bola maupun pemerintah harus mendukung langkah postif yang diambil Polri ini.
" Sebab tindakan Polri itu merupakan sebuah terobosan untuk mengkonsolidasikan dan menyatukan sepak bola nasional agar bisa solid dan melahirkan tim-tim sepak bola nasional yang mampu menjadi kebanggaan bangsa tanpa ada aksi perbudakan gaya baru, tanpa ada aksi tipu-tipu dan kejahatan yang tidak membayar gaji pemain," tutur
IPW juga memberi apresiasi pada The Jak suporter Persija yang melakukan aksi demo menuntut gaji para pemain Persija yang tertunggak agar segera dibayarkan. IPW juga mendukung langkah-langkah Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang berjuang agar 22 klub penunggak gaji pemain bertanggungjawab.
" IPW mengimbau para suporter dan APPI agar melaporkan kasus penipuan gaji ini ke Mabes Polri," pungkasnya.
(wbs)