Tak punya paspor, penggawa Timnas bisa tersingkir
Selasa, 08 Januari 2013 - 18:20 WIB
Tak punya paspor, penggawa Timnas bisa tersingkir
A
A
A
Sindonews.com - Pihak manajemen Timnas Senior masih menunggu kedatangan pemain seleksi hingga 13 Januari mendatang. Namun, kendati sudah bergabung, pemain dipastikan tak bisa membela Timnas jika tidak memiliki paspor untuk kelengkapan administrasi.
Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy mengatakan, hingga penutupan pemanggilan pemain seleksi timnas yang dilakukan tanggal 13 Januari membuat pihaknya harus bergerak cepat. Selain itu, pihaknya yang tidak punya waktu banyak untuk mengurus administrasi pemain, membuat pemain yang bergabung dan bisa berangkat ke Jordania hanya pemain yang memiliki paspor.
''Tanggal 13 (Januari) saya harus close (kedatangan pemain). Pemain tambahan belum tentu berangkat, harus bergantung paspor. Kalaupun dia bagus, tapi tak punya paspor, tidak bisa main. Pembuatan paspor dibantu PSSI, tapi kan tidak semudah itu. Timing-nya terlalu singkat. Dan kami juga sudah daftarkan pemain tadi malam (Senin (7/12). Walau yang didaftarkan banyak, tapi kembali kepada paspor. Nanti yang berangkat hanya 23 pemain,” ujarnya saat berada di Stadion USU, memantau skuad seleksi Timnas berlatih.
Dia juga memastikan pendaftaran pemain dari Persebaya, Persipura, dan Semen Padang dan mulai akan berdatangan ke Medan hari ini dan besok. ''Kebanyakan sudah terdaftar. Mereka kemungkin malam dan besok pagi tiba di Medan,” ucapnya.
Bob membeberkan, kehadiran Timnas menggelar pemusatan latihan di Medan dikarenakan efisiensi dana. Untuk pendanaan, anggota EXCO PSSI, Sihar Sitorus banyak membantu. Besarnya biaya timnas untuk akomodasi membuat pihaknya harus mencari solusi tepat.
''Pastinya di sini (Medan), bisa menghemat karena Pak Sihar orang sini. Bisa membantu dibandingkan jika saya bayar Rp1 juta untuk hotel untuk satu orang, di sini saya hanya membayar Rp300 ribu, Karena dari anggaran Timnas, 70 persen itu untuk hotel dan makan. Itu besar sekali anggarannya,” bebernya.
Di sisi lain, kehadiran timnas di Medan disebutkannya sebagai pembuka jalan untuk bangkitnya persepak bolaan di Sumatera Utara. Dia berharap, dalam satu atau dua tahun ke depan, akan hadir lagi bakat-bakat pemain untuk mengisi slot di timnas.
''Saya juga ingin membantu membangkitkan persepak bolaan Sumatera Utara, karena dulu waktu saya main banyak pesepak bola hebat dari sini, sekarang tidak ada lagi. TC di sini biar ada pemain Medan masuk Dua atau tiga ke depan, sudah ada lagi. Walau memang dalam satu-dua hari tidak bisa ditentukan,” ucapnya.
Selain 11 pemain yang hadir di hari pertama pemusatan latihan, pemain yang sebelumnya disebutkan bergabung, Agus Nova (Bali Devata) sudah hadir. Selain Agus, Agung Supriyanto (Persijap) juga mulai mengikuti pemusatan latihan yang juga mengagendakan seleksi pemain.
Koordinator Timnas Indonesia, Bob Hippy mengatakan, hingga penutupan pemanggilan pemain seleksi timnas yang dilakukan tanggal 13 Januari membuat pihaknya harus bergerak cepat. Selain itu, pihaknya yang tidak punya waktu banyak untuk mengurus administrasi pemain, membuat pemain yang bergabung dan bisa berangkat ke Jordania hanya pemain yang memiliki paspor.
''Tanggal 13 (Januari) saya harus close (kedatangan pemain). Pemain tambahan belum tentu berangkat, harus bergantung paspor. Kalaupun dia bagus, tapi tak punya paspor, tidak bisa main. Pembuatan paspor dibantu PSSI, tapi kan tidak semudah itu. Timing-nya terlalu singkat. Dan kami juga sudah daftarkan pemain tadi malam (Senin (7/12). Walau yang didaftarkan banyak, tapi kembali kepada paspor. Nanti yang berangkat hanya 23 pemain,” ujarnya saat berada di Stadion USU, memantau skuad seleksi Timnas berlatih.
Dia juga memastikan pendaftaran pemain dari Persebaya, Persipura, dan Semen Padang dan mulai akan berdatangan ke Medan hari ini dan besok. ''Kebanyakan sudah terdaftar. Mereka kemungkin malam dan besok pagi tiba di Medan,” ucapnya.
Bob membeberkan, kehadiran Timnas menggelar pemusatan latihan di Medan dikarenakan efisiensi dana. Untuk pendanaan, anggota EXCO PSSI, Sihar Sitorus banyak membantu. Besarnya biaya timnas untuk akomodasi membuat pihaknya harus mencari solusi tepat.
''Pastinya di sini (Medan), bisa menghemat karena Pak Sihar orang sini. Bisa membantu dibandingkan jika saya bayar Rp1 juta untuk hotel untuk satu orang, di sini saya hanya membayar Rp300 ribu, Karena dari anggaran Timnas, 70 persen itu untuk hotel dan makan. Itu besar sekali anggarannya,” bebernya.
Di sisi lain, kehadiran timnas di Medan disebutkannya sebagai pembuka jalan untuk bangkitnya persepak bolaan di Sumatera Utara. Dia berharap, dalam satu atau dua tahun ke depan, akan hadir lagi bakat-bakat pemain untuk mengisi slot di timnas.
''Saya juga ingin membantu membangkitkan persepak bolaan Sumatera Utara, karena dulu waktu saya main banyak pesepak bola hebat dari sini, sekarang tidak ada lagi. TC di sini biar ada pemain Medan masuk Dua atau tiga ke depan, sudah ada lagi. Walau memang dalam satu-dua hari tidak bisa ditentukan,” ucapnya.
Selain 11 pemain yang hadir di hari pertama pemusatan latihan, pemain yang sebelumnya disebutkan bergabung, Agus Nova (Bali Devata) sudah hadir. Selain Agus, Agung Supriyanto (Persijap) juga mulai mengikuti pemusatan latihan yang juga mengagendakan seleksi pemain.
(aww)