Del Potro tidak yakin bisa melesat jauh
Rabu, 16 Januari 2013 - 06:00 WIB
Del Potro tidak yakin bisa melesat jauh
A
A
A
Sindonews.com - Petenis asal Argentina, Juan Martin del Potro, menjadi satu-satunya pemain di luar empat besar tenis putra yang memenangkan grand slam dalam delapan tahun terakhir. Petenis jangkung itu tetap berhati-hati dalam menjaga peluangnya setelah kemenangan awal di Australia Terbuka, kemarin (15/1).
Pria berusia 24 tahun itu mengalami masa buruk dalam karirnya selama satu tahun karena cedera pergelangan tangan setelah memenangi AS Terbuka pada 2009. Dan ketika kembali, ia gagal untuk menemukan kembali bentuk permainan tertingginya. Di babak pertama Australia Terbuka, unggulan keenam itu menyingkirkan petenis kualifikasi Adrian Mannarino 6-1, 6-2, 6-2 untuk maju ke putaran kedua. "Saya bermain sangat baik. Saya ingat tahun lalu ketika kami memainkan babak pertama juga, dan dia melakukan permainan yang lebih baik pada hari ini," ujar Del Potro, dikutip NY Times, Selasa malam waktu setempat.
"Tapi saya pikir saya bermain sangat agresif, saya mendapat banyak kemenangan dengan forehand saya. Saya melakukan servis dengan baik. Saya membuat awal yang sangat baik untuk ini."
Meskipun melakukan awal yang baik, dan absennya petenis nomor empat dunia Rafael Nadal, Del Potro tidak yakin melaju lebih dari setengah drawing, yang di dalamnya juga terdapat Roger Federer dan anggota terbaru dari klub juara grand slam, Andy Murray. "Mereka begitu jauh dari saya saat ini," ungkapnya.
"Kami bermain lima set dan pertandingan bisa jadi sulit untuk semua pemain, jadi saya hanya berpikir tentang putaran kedua. Semoga saya bisa melesat jauh, tapi saya harus bermain lebih baik dan lebih baik."
"Saya pikir pemain favorit tetap sama bahkan jika Rafa tidak di sini. Jika Rafa ada di sini, saya yakin ia akan menjadi favorit juga. Tapi Roger, Novak, Andy Murray, dan orang-orang lainnya adalah favorit untuk memenangkan turnamen."
Pada babak kedua nanti, yang digelar pada Kamis (17/1), Del Potro akan menghadapi petenis Jerman, Benjamin Becker.
Pria berusia 24 tahun itu mengalami masa buruk dalam karirnya selama satu tahun karena cedera pergelangan tangan setelah memenangi AS Terbuka pada 2009. Dan ketika kembali, ia gagal untuk menemukan kembali bentuk permainan tertingginya. Di babak pertama Australia Terbuka, unggulan keenam itu menyingkirkan petenis kualifikasi Adrian Mannarino 6-1, 6-2, 6-2 untuk maju ke putaran kedua. "Saya bermain sangat baik. Saya ingat tahun lalu ketika kami memainkan babak pertama juga, dan dia melakukan permainan yang lebih baik pada hari ini," ujar Del Potro, dikutip NY Times, Selasa malam waktu setempat.
"Tapi saya pikir saya bermain sangat agresif, saya mendapat banyak kemenangan dengan forehand saya. Saya melakukan servis dengan baik. Saya membuat awal yang sangat baik untuk ini."
Meskipun melakukan awal yang baik, dan absennya petenis nomor empat dunia Rafael Nadal, Del Potro tidak yakin melaju lebih dari setengah drawing, yang di dalamnya juga terdapat Roger Federer dan anggota terbaru dari klub juara grand slam, Andy Murray. "Mereka begitu jauh dari saya saat ini," ungkapnya.
"Kami bermain lima set dan pertandingan bisa jadi sulit untuk semua pemain, jadi saya hanya berpikir tentang putaran kedua. Semoga saya bisa melesat jauh, tapi saya harus bermain lebih baik dan lebih baik."
"Saya pikir pemain favorit tetap sama bahkan jika Rafa tidak di sini. Jika Rafa ada di sini, saya yakin ia akan menjadi favorit juga. Tapi Roger, Novak, Andy Murray, dan orang-orang lainnya adalah favorit untuk memenangkan turnamen."
Pada babak kedua nanti, yang digelar pada Kamis (17/1), Del Potro akan menghadapi petenis Jerman, Benjamin Becker.
(nug)