Sony melesat ke posisi lima besar
Jum'at, 18 Januari 2013 - 14:09 WIB
Sony melesat ke posisi lima besar
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sempat terpuruk ke posisi 100 besar dunia versi Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF), Sony Dwi Kuncoro kini kembali ke posisi 5 besar, Jumat (18/1/2013). Hal ini berkat kerja kerasnya pasca pulih dari cedera pinggang yang membuatnya gagal bersinar.
Prestasi demi prestasi mampu Sony torehkan setelah 100 persen fit. Tahun lalu dia mampu memetik dua gelar di ajang Thailand dan Indonesia Grand Prix Gold 2012. Minggu lalu ia masih bercokol di peringkat 10 dunia. Berhasil menembus babak semifinal turnamen kelas premier di Korea Open minggu lalu, Sony mendapat 7700 poin dan peringkatnya pun meroket hingga ke posisi lima dunia.
"Ini adalah buah kerja keras saya, kadang percaya nggak percaya juga saya bisa kembali lagi. Rasanya dalam hati ini menangis kalau ingat dulu berjuang dari peringkat 100 lebih. Saya tidak ingin hal itu terjadi lagi, tidak mau peringkat saya turun lagi," kata Sony seperti dilansir situs resmi PBSI.
Berdiri di peringkat lima dunia membuat Sony menjadi tunggal putra terkuat Indonesia saat ini, menggeser posisi Simon Santoso yang kini turun dua peringkat ke peringkat sembilan dunia. Jika Sony mampu tampil stabil, bukan tak mungkin ia akan menjadi tunggal putra pertama di skuat Sudirman Cup yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Mei mendatang.
"Menurut saya tiap atlet itu harus ada keinginan menjadi yang pertama, jangan mau jadi yang kedua, ketiga dan seterusnya. Tentunya saya ingin sekali jadi tunggal putra terbaik,"tuturnya.
Selain Sony, pebulutangkis tunggal putri Linda Wenifanetri juga mengalami kenaikan peringkat yang cukup signifikan. Minggu lalu Linda yang bertengger di posisi 25 dunia, kini berada di peringkat 21.
Prestasi demi prestasi mampu Sony torehkan setelah 100 persen fit. Tahun lalu dia mampu memetik dua gelar di ajang Thailand dan Indonesia Grand Prix Gold 2012. Minggu lalu ia masih bercokol di peringkat 10 dunia. Berhasil menembus babak semifinal turnamen kelas premier di Korea Open minggu lalu, Sony mendapat 7700 poin dan peringkatnya pun meroket hingga ke posisi lima dunia.
"Ini adalah buah kerja keras saya, kadang percaya nggak percaya juga saya bisa kembali lagi. Rasanya dalam hati ini menangis kalau ingat dulu berjuang dari peringkat 100 lebih. Saya tidak ingin hal itu terjadi lagi, tidak mau peringkat saya turun lagi," kata Sony seperti dilansir situs resmi PBSI.
Berdiri di peringkat lima dunia membuat Sony menjadi tunggal putra terkuat Indonesia saat ini, menggeser posisi Simon Santoso yang kini turun dua peringkat ke peringkat sembilan dunia. Jika Sony mampu tampil stabil, bukan tak mungkin ia akan menjadi tunggal putra pertama di skuat Sudirman Cup yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Mei mendatang.
"Menurut saya tiap atlet itu harus ada keinginan menjadi yang pertama, jangan mau jadi yang kedua, ketiga dan seterusnya. Tentunya saya ingin sekali jadi tunggal putra terbaik,"tuturnya.
Selain Sony, pebulutangkis tunggal putri Linda Wenifanetri juga mengalami kenaikan peringkat yang cukup signifikan. Minggu lalu Linda yang bertengger di posisi 25 dunia, kini berada di peringkat 21.
(wir)