Wozniacki berada dalam masa suram
Senin, 21 Januari 2013 - 22:15 WIB
Wozniacki berada dalam masa suram
A
A
A
Sindonews.com - Petenis Denmark, Caroline Wozniacki, pernah menduduki peringkat teratas tenis putri selama dua musim. Namun, setelah kegagalannya di Grand Slam terbaru di Australia Terbuka bakal membuatnya sulit untuk kembali bertengger di peringkat teratas.
Kekalahannya dari petenis Rusia, Svetlana Kuznetsova, di babak keempat Australia Terbuka, Senin (21/1), tersebut berbanding terbalik dengan apa yang didapat oleh kekasihnya, Rory McIlroy, yang pekan lalu melakukan kesepakatan kontrak megadolar dengan Nike.
Setelah prestasi terbaiknya menembus babak final grand slam AS Terbuka 2009, Wozniacki, tak pernah lagi mencatatkan prestasi gemilang di turnamen grand slam. Dan hasil di Melbourne pada tahun ini menjadi momen yang tak indah bagi petenis kelahiran 11 Juli 1990 tersebut. Meski dijauhi dewi fortuna, Wozniacki tetap memandang positif karirnya ke depan. "Masih ada tahun yang panjang di depan saya. Masih ada beberapa hal yang bisa saya kerjakan dan Anda tahu itu bisa lebih baik," yakinnya, sebagaimana dikutip Super Sport, Senin (21/1).
"Tapi pada saat yang sama, ada begitu banyak hal yang menurut saya telah saya lakukan dengan baik juga di turnamen ini."
Wozniacki, yang sempat menjadi pusat perhatian di Melbourne dua tahun lalu, ketika dia mengarang cerita tentang diserang oleh kanguru, menerangkan kepada para penggemar tenis, termasuk juga penggemarnya bahwa dalam tenis, sering terjadi perbedaan yang sangat tipis antara menang dan kalah.
"Saya pikir ketika mereka menonton pertandingan hari ini, saya pikir mereka bisa melihat bahwa itu sangat dekat dan bisa pergi menuju ke dua arah (menang atau kalah)," tandasnya. "Untuk memahami sepenuhnya dengan hal tersebut, maka Anda harus memainkan tenis dengan gaya Anda sendiri dalam situasi tertentu."
Kekalahannya dari petenis Rusia, Svetlana Kuznetsova, di babak keempat Australia Terbuka, Senin (21/1), tersebut berbanding terbalik dengan apa yang didapat oleh kekasihnya, Rory McIlroy, yang pekan lalu melakukan kesepakatan kontrak megadolar dengan Nike.
Setelah prestasi terbaiknya menembus babak final grand slam AS Terbuka 2009, Wozniacki, tak pernah lagi mencatatkan prestasi gemilang di turnamen grand slam. Dan hasil di Melbourne pada tahun ini menjadi momen yang tak indah bagi petenis kelahiran 11 Juli 1990 tersebut. Meski dijauhi dewi fortuna, Wozniacki tetap memandang positif karirnya ke depan. "Masih ada tahun yang panjang di depan saya. Masih ada beberapa hal yang bisa saya kerjakan dan Anda tahu itu bisa lebih baik," yakinnya, sebagaimana dikutip Super Sport, Senin (21/1).
"Tapi pada saat yang sama, ada begitu banyak hal yang menurut saya telah saya lakukan dengan baik juga di turnamen ini."
Wozniacki, yang sempat menjadi pusat perhatian di Melbourne dua tahun lalu, ketika dia mengarang cerita tentang diserang oleh kanguru, menerangkan kepada para penggemar tenis, termasuk juga penggemarnya bahwa dalam tenis, sering terjadi perbedaan yang sangat tipis antara menang dan kalah.
"Saya pikir ketika mereka menonton pertandingan hari ini, saya pikir mereka bisa melihat bahwa itu sangat dekat dan bisa pergi menuju ke dua arah (menang atau kalah)," tandasnya. "Untuk memahami sepenuhnya dengan hal tersebut, maka Anda harus memainkan tenis dengan gaya Anda sendiri dalam situasi tertentu."
(nug)