Lendl keluhkan penjadwalan
Rabu, 23 Januari 2013 - 02:54 WIB
Lendl keluhkan penjadwalan
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Andy Murray, Ivan Lendl mengeluhkan sikap pihak penyelenggara turnamen Grand Slam AS Terbuka yang merugikan anak asuhnya. Pasalnya, selama pertandingan empat kali berturut-turut Roger Federer bermain di malam hari. Sedangkan, unggulan ketiga asal Inggris harus memainkan pertandingan sore hari di bawah terik panas yang selama turnamen ini berlangsung banyak dikeluhkan petenis dunia lainnya.
Dalam pertandingan perempat final tersebut. Federer yang berpeluang bertemu Murray di semifinal Australia Terbuka, harus menghadapi hadangan Jo Wilfried Tsonga. Sementara Murray akan menjajal kehebatan wakil Prancis, Jeremy Chardy. Sehingga, keluhan yang dilontarkan Lendl sangat wajar. Sebab, selama Grand Slam pertama tahun ini berlangsung, anak asunya itu belum sekalipun merasakan bermain di malam hari.
Komentar pedas itu disampaikannya kepada Direktur Turnamen, Craig Tiley dan wasit turnamen, Wayne McKewen. Murray mengatakan, perbedaan cuaca antara siang dan malam sangatlah berbeda. "Menurut saya kondisi itu membuat saya berpikir bahwa hampir bermain di dua turnamen berbeda," sindir Murray seperti dilansir Stuff Sport, Rabu (23/1/2013).
"Ini terlihat ketika pukulan bola cenderung kurang hidup dan terpental jauh lebih lambat. Sehingga, situasi ini sangat berbeda, hampir seperti bermain di dua turnamen yang terpisah," sambungnya.
Dalam pertandingan perempat final tersebut. Federer yang berpeluang bertemu Murray di semifinal Australia Terbuka, harus menghadapi hadangan Jo Wilfried Tsonga. Sementara Murray akan menjajal kehebatan wakil Prancis, Jeremy Chardy. Sehingga, keluhan yang dilontarkan Lendl sangat wajar. Sebab, selama Grand Slam pertama tahun ini berlangsung, anak asunya itu belum sekalipun merasakan bermain di malam hari.
Komentar pedas itu disampaikannya kepada Direktur Turnamen, Craig Tiley dan wasit turnamen, Wayne McKewen. Murray mengatakan, perbedaan cuaca antara siang dan malam sangatlah berbeda. "Menurut saya kondisi itu membuat saya berpikir bahwa hampir bermain di dua turnamen berbeda," sindir Murray seperti dilansir Stuff Sport, Rabu (23/1/2013).
"Ini terlihat ketika pukulan bola cenderung kurang hidup dan terpental jauh lebih lambat. Sehingga, situasi ini sangat berbeda, hampir seperti bermain di dua turnamen yang terpisah," sambungnya.
(wbs)