Suporter rasisme, Blatter usul klub didegradasi
Jum'at, 25 Januari 2013 - 17:03 WIB
Suporter rasisme, Blatter usul klub didegradasi
A
A
A
Sindonews.com - FIFA dan UEFA bekerja keras memberantas rasisme dari sepak bola. Ya, rasisme dianggap sebagai salah musuh terbesar dalam sepak bola selain skandal pengaturan skor dan kasus doping.
Dalam beberapa pekan ini, Blatter terus membahas soal sanksi apa yang layak diberikan kepada klub jika ada sebagian fansnya melakukan tindak rasis. Dan, Blatter pun tak segan-segan mengusulkan agar benar-benar dibuat peraturan sanksi pengurangan poin dan degradasi bagi klub yang tak bisa mengendalikan suporternya itu.
"Apa yang harus kita lakukan adalah memberi instruksi kepada semua federasi dan konfederasi, khususnya Komite Disiplin, agar berpikir sanksi buat rasisme tak cukup dengan denda saja. Tampil tanpa penonton masih jadi salah satu sanksi yang mungkin dilakukan. Tapi, apa yang terbaik adalah pengurangan poin dan degradasi tim. Pada akhirnya, klub akan bertanggung jawab soal suporter mereka," ujar Blatter kepada FIFA.com.
Sementara itu, Michel Platini, Presiden Federasi Sepak bola Eropa (UEFA) mengemukakan, Platini memuji tindakan Kevin-Prince Boateng, gelandang klub AC Milan yang meninggalkan lapangan dalam pertandingan bulan ini karena mengalami pelecehan.''Tindakan Boateng itu luar biasa dan senang melihatnya,'' katanya.
Ia bahkan mengucapkan selamat kepada pemain AC Milan. "Diskriminasi dan rasis ada di mana-mana. Kami yang ada dalam sepak bola tak dapat bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masyarakat. Tapi, tak semua masalah di dunia ini, baik kehidupan pribadi, bisnis, dan politik, bisa diselesaikan dengan melarihkan diri. Tapi, saya tetap dukung gerakan yang dilakukan Boateng," tutup Platini.
Dalam beberapa pekan ini, Blatter terus membahas soal sanksi apa yang layak diberikan kepada klub jika ada sebagian fansnya melakukan tindak rasis. Dan, Blatter pun tak segan-segan mengusulkan agar benar-benar dibuat peraturan sanksi pengurangan poin dan degradasi bagi klub yang tak bisa mengendalikan suporternya itu.
"Apa yang harus kita lakukan adalah memberi instruksi kepada semua federasi dan konfederasi, khususnya Komite Disiplin, agar berpikir sanksi buat rasisme tak cukup dengan denda saja. Tampil tanpa penonton masih jadi salah satu sanksi yang mungkin dilakukan. Tapi, apa yang terbaik adalah pengurangan poin dan degradasi tim. Pada akhirnya, klub akan bertanggung jawab soal suporter mereka," ujar Blatter kepada FIFA.com.
Sementara itu, Michel Platini, Presiden Federasi Sepak bola Eropa (UEFA) mengemukakan, Platini memuji tindakan Kevin-Prince Boateng, gelandang klub AC Milan yang meninggalkan lapangan dalam pertandingan bulan ini karena mengalami pelecehan.''Tindakan Boateng itu luar biasa dan senang melihatnya,'' katanya.
Ia bahkan mengucapkan selamat kepada pemain AC Milan. "Diskriminasi dan rasis ada di mana-mana. Kami yang ada dalam sepak bola tak dapat bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masyarakat. Tapi, tak semua masalah di dunia ini, baik kehidupan pribadi, bisnis, dan politik, bisa diselesaikan dengan melarihkan diri. Tapi, saya tetap dukung gerakan yang dilakukan Boateng," tutup Platini.
(wbs)