Minta disebut PSSI, 18 klub ISL serbu kantor Menpora
Rabu, 06 Februari 2013 - 01:57 WIB
Minta disebut PSSI, 18 klub ISL serbu kantor Menpora
A
A
A
Sindonews.com - 18 klub dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013, menyerbu kantor Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora), Senayan, Jakarta, Selasa (05/2) malam. 18 klub ISL tersebut berang dengan pernyataan Menpora Roy Suryo Notodriprojo yang ingin membubarkan kompetisi ISL.
Begitu tiba di kantor Menpora ke18 klub ISL tersebut pun langsung menyampaikan segala berteriak-teriak agar Roy segera menemui mereka. Mereka mempertanyan tentang rencana Roy Suryo bubarkan kompetisi yang berada di bawah payung PT Liga Indonesia (PT LI).
"Kami sudah mendapatkan klarifikasi langsung dari Menpora. Hasilnya, kami bersyukur sebab Menpora membantah pernah mengatakan akan membubarkan ISL," ujar Togar Manahan Nero, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
Togar menegaskan kedudukannya sebagai Sekjen PSSI yang sah dan sudah sudah menggantikan Halim Mahfudz. Mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Era Nurdin Halid itu pun menolak jika tetap masih disebut sebagai Sekjen KPSI.
"Jangan panggil kami KPSI, tapi PSSI. Sebab, kami didukung anggota PSSI yang sah," serunya.
Sebelumnya, Roy Suryo memang sempat mengatakan di media bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk menghentikan pelaksanaan ISL lantaran dinilai ilegal dan tidak berada di bawah yurisdiksi PSSI.
Selain itu, menurut pandangan Roy, klub-klub ISL juga tetap tidak melepaskan pemainnya ke tim nasional Indonesia yang akan berlaga di ajang Pra Piala Asia 2015. Hal tersebut diucapkan Menpora ketika menerima kunjungan rombongan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (04/2) siang.
Begitu tiba di kantor Menpora ke18 klub ISL tersebut pun langsung menyampaikan segala berteriak-teriak agar Roy segera menemui mereka. Mereka mempertanyan tentang rencana Roy Suryo bubarkan kompetisi yang berada di bawah payung PT Liga Indonesia (PT LI).
"Kami sudah mendapatkan klarifikasi langsung dari Menpora. Hasilnya, kami bersyukur sebab Menpora membantah pernah mengatakan akan membubarkan ISL," ujar Togar Manahan Nero, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
Togar menegaskan kedudukannya sebagai Sekjen PSSI yang sah dan sudah sudah menggantikan Halim Mahfudz. Mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Era Nurdin Halid itu pun menolak jika tetap masih disebut sebagai Sekjen KPSI.
"Jangan panggil kami KPSI, tapi PSSI. Sebab, kami didukung anggota PSSI yang sah," serunya.
Sebelumnya, Roy Suryo memang sempat mengatakan di media bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk menghentikan pelaksanaan ISL lantaran dinilai ilegal dan tidak berada di bawah yurisdiksi PSSI.
Selain itu, menurut pandangan Roy, klub-klub ISL juga tetap tidak melepaskan pemainnya ke tim nasional Indonesia yang akan berlaga di ajang Pra Piala Asia 2015. Hal tersebut diucapkan Menpora ketika menerima kunjungan rombongan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (04/2) siang.
(wbs)