Limbong siap mengudeta Djohar
Sabtu, 09 Februari 2013 - 16:28 WIB
Limbong siap mengudeta Djohar
A
A
A
Sindonews.com - Terpilihnya Pelatih Baru Timnas Indonesia Luis Manuel Blanco sebagai juru taktik anyar Timnas Garuda memicu permasalah baru di tubuh organisasi PSSI. Pasalnya penunjukan pelatih baru itu ternyata tidak diketahui oleh Penangungjawab Timnas, Berhard Limbong atupun Koordinator Timnas Bob Hippy.
Penaggungjawab Timnas Berhard Limbong dalam pernyataan terakhirnya mengatakan, Djohar Arifin lebih baik turun daripada pada melihat PSSI hancur.
"Keputusan yang diambil Pak Djohar justru bisa membuat masalah baru didalam tubuh PSSI. Kalau sampai PSSI retak dari dalam, bisa-bisa PSSI dibubarkan. Kalau sampai seperti itu, lebih baik Djohar saja yang diturunkan," kata Limbong ketika dihubungi, (9/2/2013).
Keputusan sepihak yang diambil Djohar tersebut menurut Limbong, bisa menimbulkan polemik baru dalam tubuh PSSI. Terlebih lagi menurutnya, kini PSSI sedang diawasi oleh banyak pihak karena kisruh yang terjadi pada federasi sepak bola Indonesia.
“Proses penunjukan pelatih tidak bisa sepihak seperti itu, harus melalui pembicaraan dengan komite eksekutif terlebih dahulu. Kita harus lakukan semacam fit and proper test guna melihat kemampuannya. Kalau tidak begitu sama saja beli kucing dalam karung,” tambahnya
Sementara itu Koordinator Timnas Bob Hippy mengaku tidak tahu menahu soal penunjukkan Blanco sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Padahal, sejatinya, penentuan pelatih timnas harus diambil lewat rapat Exco PSSI.
"Penunjukkan pelatih timnas itu ada prosedurnya. Kalau seperti ini, ya namanya keputusan sepihak. Saya tidak tahu menahu soal penunjukkan itu," cetus Bob.
Kita harus tahu persis trek rekor Blanco, prosedur di internal federasi juga tak boleh diabaikan. Belum lagi soal hak Nil dan Oliveira yang masih tertunggak. Boleh jadi Blanco punya kapasitas lebih yahud ketimbang Nil dan Oliveira, tapi tujuan baik itu hendaknya ditempuh lewat jalan yang benar.
(yahoosport)
Penaggungjawab Timnas Berhard Limbong dalam pernyataan terakhirnya mengatakan, Djohar Arifin lebih baik turun daripada pada melihat PSSI hancur.
"Keputusan yang diambil Pak Djohar justru bisa membuat masalah baru didalam tubuh PSSI. Kalau sampai PSSI retak dari dalam, bisa-bisa PSSI dibubarkan. Kalau sampai seperti itu, lebih baik Djohar saja yang diturunkan," kata Limbong ketika dihubungi, (9/2/2013).
Keputusan sepihak yang diambil Djohar tersebut menurut Limbong, bisa menimbulkan polemik baru dalam tubuh PSSI. Terlebih lagi menurutnya, kini PSSI sedang diawasi oleh banyak pihak karena kisruh yang terjadi pada federasi sepak bola Indonesia.
“Proses penunjukan pelatih tidak bisa sepihak seperti itu, harus melalui pembicaraan dengan komite eksekutif terlebih dahulu. Kita harus lakukan semacam fit and proper test guna melihat kemampuannya. Kalau tidak begitu sama saja beli kucing dalam karung,” tambahnya
Sementara itu Koordinator Timnas Bob Hippy mengaku tidak tahu menahu soal penunjukkan Blanco sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Padahal, sejatinya, penentuan pelatih timnas harus diambil lewat rapat Exco PSSI.
"Penunjukkan pelatih timnas itu ada prosedurnya. Kalau seperti ini, ya namanya keputusan sepihak. Saya tidak tahu menahu soal penunjukkan itu," cetus Bob.
Kita harus tahu persis trek rekor Blanco, prosedur di internal federasi juga tak boleh diabaikan. Belum lagi soal hak Nil dan Oliveira yang masih tertunggak. Boleh jadi Blanco punya kapasitas lebih yahud ketimbang Nil dan Oliveira, tapi tujuan baik itu hendaknya ditempuh lewat jalan yang benar.
(yahoosport)
(wbs)