PBR kehilangan dua pilar hingga akhir musim
Senin, 11 Februari 2013 - 17:02 WIB
PBR kehilangan dua pilar hingga akhir musim
A
A
A
Sindonews.com - Kekuatan lini belakang Pelita Bandung Raya berguguran saat Indonesia Super League (ISL) baru berjalan enam pertandingan. Dua palang pintu mereka, Edi Hafid Murtado dan Jajang dipastikan absen hingga akhir musim kompetisi karena cedera yang dialaminya.
Kehilangan dua pemain tersebut merupakan ujian terberat The Boys Are Back di awal musim. Terlebih saat ini, skuad asuhan Simon McMenemy tengah berupaya keras mempertahankan posisi mereka di papan tengah klasemen sementara.
Pelita Bandung Raya saat ini menempati peringkat ke sepuluh dengan enam poin, hasil dari satu kali menang, tiga seri, dan dua kekalahan. Baik Edi maupun Jajang merupakan dua pemain yang langganan mengisi starting eleven di empat laga awal ISL musim ini.
''Edi dan Jajang akan absen hingga kompetisi musim ini berakhir. Meski kemungkinan besar tidak akan turunkan lagi tahun ini, mereka masih pemain kami. Keduanya masih bagian dari Pelita Bandung Raya,” ujar Simon setelah latihan di Lapangan Pusdik Ajen, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (11/2).
Pelatih berpaspor Inggris tersebut berharap, Edi dan Jajang masih bisa menjadi pilar timnya di ISL musim depan. Karena itu, Simon mengaku tengah mengusulkan pembuatan tempat fitnes di dalam area mess pemain. Keberadaan fasilitas tersebut dianggap mampu mempercepat penyembuhan fisik kedua pemain.
“Kami akan membuat gym untuk merehabilitasi cedera mereka. Tapi saya sadar bukan hanya fisik saja yang harus diobati, yang terpenting adalah memulihkan mental kedua pemain tersebut agar tidak down. Saya harap Edi Hafid dan Jajang bisa tampil di kompetisi musim depan,” kata mantan manajer Timnas Filipina ini.
Cedera parah yang dialami dua pemain utama di lini pertahanan Pelita Bandung Raya, tidak membuat Simon berniat merekrut pemain baru. Dia mengaku masih bisa menggunakan pemain muda yang memang banyak dimiliki tim Juara Liga Indonesia 1995/1996 tersebut.
“Kami masih punya banyak pemain muda untuk mengisi dua posisi yang ditinggalkan Edi Hafid dan jajang. Kualitas mereka sangat menjanjikan. Karena itu pula saya belum memiliki rencana untuk mengmbil pemain lain saat transfer window kedua dibuka nanti,” ujar Simon.
Jajang mengalami cedera dalam sesi latihan sebelum Pelita Bandung Raya bentrok dengan Persisam Samarinda. Sedangkan Edi Hafid terpaksa ditandu keluar lapangan saat melakoni laga kontra PSPS Pekanbaru.
Edi dan Jajang diketahui mengalami cedera pada ligament lutut sebelah kanan. Keduanya harus naik ke meja operasi sebagai bagian dari proses pengobatan. Namun hingga kemarin, operasi belum dilakukan karena manajemen Pelita Bandung Raya masih menunggu rekomendasi dari keluarga masing-masing pemain.
Kehilangan dua pemain tersebut merupakan ujian terberat The Boys Are Back di awal musim. Terlebih saat ini, skuad asuhan Simon McMenemy tengah berupaya keras mempertahankan posisi mereka di papan tengah klasemen sementara.
Pelita Bandung Raya saat ini menempati peringkat ke sepuluh dengan enam poin, hasil dari satu kali menang, tiga seri, dan dua kekalahan. Baik Edi maupun Jajang merupakan dua pemain yang langganan mengisi starting eleven di empat laga awal ISL musim ini.
''Edi dan Jajang akan absen hingga kompetisi musim ini berakhir. Meski kemungkinan besar tidak akan turunkan lagi tahun ini, mereka masih pemain kami. Keduanya masih bagian dari Pelita Bandung Raya,” ujar Simon setelah latihan di Lapangan Pusdik Ajen, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (11/2).
Pelatih berpaspor Inggris tersebut berharap, Edi dan Jajang masih bisa menjadi pilar timnya di ISL musim depan. Karena itu, Simon mengaku tengah mengusulkan pembuatan tempat fitnes di dalam area mess pemain. Keberadaan fasilitas tersebut dianggap mampu mempercepat penyembuhan fisik kedua pemain.
“Kami akan membuat gym untuk merehabilitasi cedera mereka. Tapi saya sadar bukan hanya fisik saja yang harus diobati, yang terpenting adalah memulihkan mental kedua pemain tersebut agar tidak down. Saya harap Edi Hafid dan Jajang bisa tampil di kompetisi musim depan,” kata mantan manajer Timnas Filipina ini.
Cedera parah yang dialami dua pemain utama di lini pertahanan Pelita Bandung Raya, tidak membuat Simon berniat merekrut pemain baru. Dia mengaku masih bisa menggunakan pemain muda yang memang banyak dimiliki tim Juara Liga Indonesia 1995/1996 tersebut.
“Kami masih punya banyak pemain muda untuk mengisi dua posisi yang ditinggalkan Edi Hafid dan jajang. Kualitas mereka sangat menjanjikan. Karena itu pula saya belum memiliki rencana untuk mengmbil pemain lain saat transfer window kedua dibuka nanti,” ujar Simon.
Jajang mengalami cedera dalam sesi latihan sebelum Pelita Bandung Raya bentrok dengan Persisam Samarinda. Sedangkan Edi Hafid terpaksa ditandu keluar lapangan saat melakoni laga kontra PSPS Pekanbaru.
Edi dan Jajang diketahui mengalami cedera pada ligament lutut sebelah kanan. Keduanya harus naik ke meja operasi sebagai bagian dari proses pengobatan. Namun hingga kemarin, operasi belum dilakukan karena manajemen Pelita Bandung Raya masih menunggu rekomendasi dari keluarga masing-masing pemain.
(aww)