Arema ISL menolak lepaskan pemainnya ke Timnas
Jum'at, 15 Februari 2013 - 14:56 WIB
Arema ISL menolak lepaskan pemainnya ke Timnas
A
A
A
Sindonews.com - PSSI berencana memperkuat skuad timnas jelang laga babak kedua Pra Piala Asia kontrea Arab 22 Maret 203 mendatang. Tiga pilar andalan klub Arema Cronus yakni Crhistian Gonzales, Victor Igbonefo dan Gerg Nwokolo diharapkan bisa ikut berganung dalam tim nanti.
Namun keinginan PSSI itu, mendapat penolakan dari CEO Arema Cronos Indonesia, Iwan Budiyanto. Menurutnya pemanggilan ketiga bintang meraka di saat yang tidak tepat dan tentu akan menggangu jadwal latihan yang sudah jauh hari ditetapkan oleh tim pelatih.Apalagi dengan kondisi tim yang dihuni banyak pemain cedera, akan menyulitkan pelatih mempersiapkan komposisi tim dengan maksimal.
"Ini seperti dua sisi mata uang yang berbeda, disatu sisi tentunya ada sikap nasionalisme yang dituntut kepada para pemain, tapi disisi lain kami juga perlu profesionalisme pemain untuk memperkuat tim guna menjalani kompetisi. Ada sejumlah pemain yang cidera, tentunya tim pelatih butuh memaksimalkan sisa pemain yang ada," ujar Iwan di Jakarta, Jumat (15/2)
Diakui Iwan, disisa padatnya kompetisi yang sedang berjalan kondisi fisik pemain menjadi perhatian utamanya.
"Walaupun jadwal pemusatan latihan tidak berbentran dengan jadwal kompetisi kami juga tidak akan melepas pemain begitu saja. Karena jeda antara jadwal pertandingan akan dimaksimalkan oleh pihak pelatih untuk mengambalikan kondisi fisik para pemain," ungkapnya.
Pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi akan digelar pada 23 Maret. Walaupun AFC telah mencantumkan Jakarta sebagai tempat pertandingan, PSSI saat ini sedang mencoba mengubah lokasi ke Surabaya atau Yogyakarta.
Namun keinginan PSSI itu, mendapat penolakan dari CEO Arema Cronos Indonesia, Iwan Budiyanto. Menurutnya pemanggilan ketiga bintang meraka di saat yang tidak tepat dan tentu akan menggangu jadwal latihan yang sudah jauh hari ditetapkan oleh tim pelatih.Apalagi dengan kondisi tim yang dihuni banyak pemain cedera, akan menyulitkan pelatih mempersiapkan komposisi tim dengan maksimal.
"Ini seperti dua sisi mata uang yang berbeda, disatu sisi tentunya ada sikap nasionalisme yang dituntut kepada para pemain, tapi disisi lain kami juga perlu profesionalisme pemain untuk memperkuat tim guna menjalani kompetisi. Ada sejumlah pemain yang cidera, tentunya tim pelatih butuh memaksimalkan sisa pemain yang ada," ujar Iwan di Jakarta, Jumat (15/2)
Diakui Iwan, disisa padatnya kompetisi yang sedang berjalan kondisi fisik pemain menjadi perhatian utamanya.
"Walaupun jadwal pemusatan latihan tidak berbentran dengan jadwal kompetisi kami juga tidak akan melepas pemain begitu saja. Karena jeda antara jadwal pertandingan akan dimaksimalkan oleh pihak pelatih untuk mengambalikan kondisi fisik para pemain," ungkapnya.
Pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi akan digelar pada 23 Maret. Walaupun AFC telah mencantumkan Jakarta sebagai tempat pertandingan, PSSI saat ini sedang mencoba mengubah lokasi ke Surabaya atau Yogyakarta.
(dka)