Djohar akui susupi barang haram di PSSI
Sabtu, 16 Februari 2013 - 00:02 WIB
Djohar akui susupi barang haram di PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Polemik terkait pembentukan Badan Tim Nasional, terus menyeruak. Itu setelah kemarin penanggungjawab Timnas Indonesia Bernhard Limbong mengatakan bahwa tak ada BTN di PSSI.
Dia juga mengatakan BTN adalah barang haram. Jawaban itu bertolak belakang dengan jawaban Ketua Umum Djohar Arifin Husin. Djohar menegaskan, pihaknya akan tetap menjalankan Badan Tim Nasional (BTN) agar bisa mendapatkan Timnas yang bagus. Itu diungkapkan Djohar disela-sela kegiatan President Club yang diselenggarakan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) hari ini.
Djohar mengakui bila pembentukan BTN tidak diakomodasi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Pasalnya, mereka sedang menggodok pembentukan tim khusus yang bersifat sementara. Kendati demikian, Djohar tak akan menghentikan BTN.
Menurut Djohar, pembentukan BTN merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kemunduran prestasi sepak bola tanah air. Djohar juga sudah menyiapkan surat keputusan (SK) terhadap berdirinya BTN ini.
''SK-nya sudah disiapkan, dan (BTN) akan jalan terus. Yang pasti, pembentukan BTN ini untuk memajukan sepak bola nasional,” ujar Djohar di Kantor KOI, Jakarta, Jumat, (15/2/2013).
Sebelumnya, Limbong mengatakan, ada sejumlah teror yang ingin menghancurkan keharmonisan kepengurusan Ketua Umum Djohar Arifin Husin di organisasi sepak bola Indonesia tersebut.
"Mungkin BTN seolah-olah barang baru bagi kami, tapi PSSI menilai jika BTN itu barang haram. Jadi jelas bahwa kami tidak menyetujui adanya itu," aku Limbong ketika dihubungi Sindonews, Kamis (14/2/2013).
Dia juga mengatakan BTN adalah barang haram. Jawaban itu bertolak belakang dengan jawaban Ketua Umum Djohar Arifin Husin. Djohar menegaskan, pihaknya akan tetap menjalankan Badan Tim Nasional (BTN) agar bisa mendapatkan Timnas yang bagus. Itu diungkapkan Djohar disela-sela kegiatan President Club yang diselenggarakan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) hari ini.
Djohar mengakui bila pembentukan BTN tidak diakomodasi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Pasalnya, mereka sedang menggodok pembentukan tim khusus yang bersifat sementara. Kendati demikian, Djohar tak akan menghentikan BTN.
Menurut Djohar, pembentukan BTN merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kemunduran prestasi sepak bola tanah air. Djohar juga sudah menyiapkan surat keputusan (SK) terhadap berdirinya BTN ini.
''SK-nya sudah disiapkan, dan (BTN) akan jalan terus. Yang pasti, pembentukan BTN ini untuk memajukan sepak bola nasional,” ujar Djohar di Kantor KOI, Jakarta, Jumat, (15/2/2013).
Sebelumnya, Limbong mengatakan, ada sejumlah teror yang ingin menghancurkan keharmonisan kepengurusan Ketua Umum Djohar Arifin Husin di organisasi sepak bola Indonesia tersebut.
"Mungkin BTN seolah-olah barang baru bagi kami, tapi PSSI menilai jika BTN itu barang haram. Jadi jelas bahwa kami tidak menyetujui adanya itu," aku Limbong ketika dihubungi Sindonews, Kamis (14/2/2013).
(wbs)