PSSI nilai surat FIFA bikin nambah runyam

Selasa, 19 Februari 2013 - 13:22 WIB
PSSI nilai surat FIFA...
PSSI nilai surat FIFA bikin nambah runyam
A A A
Sindonews.com - Walau Surat dari FIFA seperti yang sudah diumumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo dan telah disetujui oleh PSSI, KPSI dan Pemerintah dianggap salah sasaran. Pasalnya saat ini yang berhak tangani kisruh sepak bola Indonesia hanya AFC bukan FIFA.

Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), untuk membahas surat dari FIFA yang dilayangkan kepada Menpora Roy Suryo, tertanggal 13 Februari 2013.

Menurut Halim, ada yang perlu dipahami di dalam surat FIFA kepada Menpora itu. Berdasarkan kesepakatan rapat di Tokyo, Jepang, Desember 2012, FIFA memerintahkan kepada AFC untuk membantu proses penyelesaian konflik PSSI.

“Berdasarkan kesepakatan pertemuan di Tokyo, isu Indonesia dipindahkan dari FIFA ke AFC. Jadi yang menangani masalah di Indonesia saat ini adalah AFC, bukan FIFA,” kata Halim di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

“Menjadi pertanyaan besar, ketika FIFA mendorong pemerintah untuk melakukan fasilitasi terhadap konflik PSSI,” imbuhnya.

Halim Mahfudz menilai, dengan surat FIFA kepada Menpora itu, maka keadaannya seperti kembali kepada titik awal. “Kami sudah melakukan empat poin itu, dan sudah berdiskusi dengan AFC. Mereka sudah memberikan arahan. Arahan ini menjadi mentah, sebab ada surat FIFA lagi yang menunjuk pada empat poin yang sudah diselesaikan semua, semuanya sudah dilakukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui hasi rapat PSSI, KPSI dan Menpora

1. Dalam rangka pembinaan pemain, pelatih dan insan sepakbola lainnya, maka diperlukan rekonsiliasi kepengurusan dan kompetisi berdasarkan surat dari FIFA tanggal 13 Februari 2013 kepada Menpora.

2. Dalam pertemuannya dengan pemerintah, PSSI sepakat untuk melaksanakan kongres pada tanggal 17 Maret 2013. Hal ini sesuai dengan surat FIFA dimana akan diputuskan mengenai persepakbolaan Indonesia pada sidang Komite Eksekutif tanggal 20 Maret 2013.

3. Ada empat hal yang menjadi perhatian FIFA yang diharapkan dapt diselesaikan PSSI, yaitu : a. Reunifikasi dua liga. b.Revisi statuta. b. Pengangkatan kembali keempat anggota exco yang diberhentikan. b. Persetujuan semua pihak atas nota kesepahaman tertanggal 7 Juni 2012 yang berkaitan dengan delegasi pada kongres PSSI berdasarkan daftar kongres Solo, Juli 2011.

Kesepakatan ini selesai dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang berkepentingan bertempat di Jakarta tanggal 18 bulan Februari tahun 2013.
(wbs)
Berita Terkait
Bung Harpa Soroti Konflik...
Bung Harpa Soroti Konflik Kepentingan Jabatan Ganda Erick Thohir di PSSI dan Kemenpora
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
13 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
13 jam yang lalu
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
13 jam yang lalu
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
15 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
19 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
19 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved