Exco menegaskan La Nyalla tak berhak atur PSSI

Exco menegaskan La Nyalla tak berhak atur PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Atas nama Komite Eksekutif, Sihar Sitorus dan Bob Hippy menilai tindakan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin merangkul kembali Empat mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) tidak ada subtansinya. Bahkan Exco meminta La Nyalla Mataliti tak ikut campur terhadap masalah internal PSSI.
Keempat anggota Exco tersebut, yakni La Nyalla Mattalitti, Toni Aprilani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan, sebelumnya dipecat karena berseberangan dengan Ketua Umum Djohar Arifin Husin. Namun secara mendadak mereka dirangkul kembali untuk mengisi kursi PSSI Jumat kemarin,
" Empat Exco terhukum tersebut tidak pada posisi dan tidak memiliki kapasitas untuk berbicara mengenai urusan internal PSSI pada saat ini, khususnya pernyataan La Nyalla Mataliti dalam konprensi press usai bertemu Ketua Umum di kantor PSSI, tentang pemecatan Sekjen," tuturnya dalam rillisnya seperti yang diterima sindonews, Sabtu (23/2/2013).
La Nyalla Mataliti mengungkapkan, permasalahan sepakbola nasional akan selesai jika Sekretaris Jendral (Sekjen) Halim Mahfudz dicopot dari jabatannya.
"Kami mengusulkan kepada Pak Djohar agar Halim Mahfudz dicopot dari jabatannya sebagai sekjen PSSI. Itu usulan dari semua anggota KPSI," ujar La Nyalla dalam konferensi yang didampingi ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, 22 Febuari 2013.
Menurut La Nyalla, selama ini, Halim telah melangkahi wewenang Djohar sebagai ketua umum dan mengubah aturan kesekjenan di PSSI. "Kami tidak pernah mendukung Halim Mahfudz sebagai sekjen PSSI,"kata La Nyalla.
Hal senada diungkapkan anggota Exco lainnya, Tony Aprilani. Menurutnya, Halim-lah biang yang membuat dirinya, La Nyalla, Erwin Budiawan dan Roberto Rouw kembali ke PSSI. "Yang menghalangi kami kembali adalah Halim Mahfudz," kata Toni singkat.
Menanggapi usulan tersebut, Djohar sendiri mengatakan akan membahasnya di kongres PSSI tanggal 17 Maret 2013 mendatang.
Keempat anggota Exco tersebut, yakni La Nyalla Mattalitti, Toni Aprilani, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan, sebelumnya dipecat karena berseberangan dengan Ketua Umum Djohar Arifin Husin. Namun secara mendadak mereka dirangkul kembali untuk mengisi kursi PSSI Jumat kemarin,
" Empat Exco terhukum tersebut tidak pada posisi dan tidak memiliki kapasitas untuk berbicara mengenai urusan internal PSSI pada saat ini, khususnya pernyataan La Nyalla Mataliti dalam konprensi press usai bertemu Ketua Umum di kantor PSSI, tentang pemecatan Sekjen," tuturnya dalam rillisnya seperti yang diterima sindonews, Sabtu (23/2/2013).
La Nyalla Mataliti mengungkapkan, permasalahan sepakbola nasional akan selesai jika Sekretaris Jendral (Sekjen) Halim Mahfudz dicopot dari jabatannya.
"Kami mengusulkan kepada Pak Djohar agar Halim Mahfudz dicopot dari jabatannya sebagai sekjen PSSI. Itu usulan dari semua anggota KPSI," ujar La Nyalla dalam konferensi yang didampingi ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, 22 Febuari 2013.
Menurut La Nyalla, selama ini, Halim telah melangkahi wewenang Djohar sebagai ketua umum dan mengubah aturan kesekjenan di PSSI. "Kami tidak pernah mendukung Halim Mahfudz sebagai sekjen PSSI,"kata La Nyalla.
Hal senada diungkapkan anggota Exco lainnya, Tony Aprilani. Menurutnya, Halim-lah biang yang membuat dirinya, La Nyalla, Erwin Budiawan dan Roberto Rouw kembali ke PSSI. "Yang menghalangi kami kembali adalah Halim Mahfudz," kata Toni singkat.
Menanggapi usulan tersebut, Djohar sendiri mengatakan akan membahasnya di kongres PSSI tanggal 17 Maret 2013 mendatang.
(wbs)