Djohar siap gelar kongres PSSI dengan voter Solo
Senin, 25 Februari 2013 - 14:33 WIB
Djohar siap gelar kongres PSSI dengan voter Solo
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin mengaku siap untuk menjalankan instruksi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang menginginkan adanya Kongres PSSI 17 Maret 2013, mendatang dengan voter Solo. Djohar yakin jika kongres tersebut akan bisa digelar.
Djohar juga mengakui pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah memberitahukan masalah surat FIFA yang meminta Kongres digelar 17 Maret 2013 untuk menyelesaikan konflik dualisme organisasi dan kompetisi. Pasalnya, jika instruksi tersebut diabaikan Indonesia akan terkena sanksi FIFA. "Insya Allah Kongres PSSI dengan voter Solo bisa dilaksanakan," ungkap Djohar, saat dihubungi wartawan.
"Ya, saya memang sudah dihubungi pihak Menpora tentang adanya surat dari FIFA yang menjelaskan Kongres dengan Voter Solo yang harus digelar 17 Maret 2013. Nanti, saya akan melihat lagi isi suratnya di email saya," akunya.
Menurut Djohar, dirinya bersedia mentaati perintah FIFA tidak lain hanya untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi. "Semua saya lakukan demi menghindari sanksi FIFA dan demi sepak bola Indonesia," tandasnya.
Djohar juga mengakui pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah memberitahukan masalah surat FIFA yang meminta Kongres digelar 17 Maret 2013 untuk menyelesaikan konflik dualisme organisasi dan kompetisi. Pasalnya, jika instruksi tersebut diabaikan Indonesia akan terkena sanksi FIFA. "Insya Allah Kongres PSSI dengan voter Solo bisa dilaksanakan," ungkap Djohar, saat dihubungi wartawan.
"Ya, saya memang sudah dihubungi pihak Menpora tentang adanya surat dari FIFA yang menjelaskan Kongres dengan Voter Solo yang harus digelar 17 Maret 2013. Nanti, saya akan melihat lagi isi suratnya di email saya," akunya.
Menurut Djohar, dirinya bersedia mentaati perintah FIFA tidak lain hanya untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi. "Semua saya lakukan demi menghindari sanksi FIFA dan demi sepak bola Indonesia," tandasnya.
(akr)