Hadapi Sriwijaya, Persegres ubah skenario

Kamis, 28 Februari 2013 - 15:12 WIB
Hadapi Sriwijaya, Persegres...
Hadapi Sriwijaya, Persegres ubah skenario
A A A
Sindonews.com —Persegres Gresik bakal mengalami perubahan kala menjamu Sriwijaya FC di Stadion Tri Dharma, Gresik, Jumat (1/3). Pergantian pelatih setelah dipecatnya Suharno, sedikit-banyak akan mengubah skenario tim berjuluk Laskar Joko Samudro. Perubahan strategi sudah disebutkah asisten pelatih Khusaeri.

Walau dari komposisi pemain bakal tidak banyak berubah, strategi di lapangan bakal mendapat sedikit sentuhan. Skenario yang disiapkan Khusaeri bakal sedikit berbeda dengan era Suharno. Sebelumnya Persegres lebih banyak mengoptimalkan umpan panjang ke daerah kotak enambelas lawan.

Serangan udara itu diharapkan bakal memberikan pelayanan kepada striker Aldo Baretto yang lebih tajam saat memakai kepalanya. Di sinilah Khusaeri akan melakukan perubahan. Dia bakal mencoba memainkan timnya dengan umpan-umpan pendek dan menekankan penguasaan bola.

“Umpan panjang kurang optimal dan mudah diantisipasi lawan jika melihat beberapa pertandingan terakhir. Kami tidak akan banyak memainkan bola atas lagi dan lebih mencoba umpan pendek. Lawan Pelita Bandung Raya, umpan atas lebih mudah diantisipasi lawan,” papar Khusaeri.

Mantan pemain Persegres Gresik di era Galatama ini tidak khawatir Aldo Baretto bakal sulit memanfaatkan kepalanya. Dia menganggap Aldo juga bisa menciptakan gol melalui kaki. Soal formasi tim, dia belum menjelaskan secara gamblang formasi apa yang bakal diturunkan.

“Saya masih mempertimbangkannya. Bisa memakai 4-2-3-1 seperti sebelumnya, bisa 4-4-2 atau 4-3-3. Kami mempunyai pemain yang bisa menempati lebih dari satu posisi sehingga bisa mengalami perubahan,” jelasnya. Disinggung faktor mental setelah pergantian pelatih, Khusaeri menyebut tidak begitu berpengaruh besar pada tim.

Dia tetap menekankan pada kemenangan lawan Sriwijaya FC, karena kehilangan enam poin di pertandingan kandang harus secepatnya dihentikan. Khusaeri menyebut Sriwijaya Fc memiliki kekuatan utama di lapangan tangah yang digalang Ponaryo Astaman dkk.

Untuk itu dia bakal menginstruksikan pemain tengah agar disipling speanjang laga dalam menjaga pergerakan lini tengah Laskar Wong Kito. “Saat menghadapi Arema, lini tengah Sriwijaya sangat dominan. Tak hanya menyusun serangan, tapi juga memiliki potensi mencetak gol,” tandasnya.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tidak yakin perubahan posisi pelatih di Persegres akan memengaruhi performa Persegres secara drastis. Pelatih yang juga berangkat dari posisi asisten manajer ini lebih melihat semangat tuan rumah untuk bangkit setelah kalah dari Pelita Bandung Raya lalu.

“Suharno pelatih bagus, tapi mungkin sedang tidak beruntung saja. Dan kepergian dia bukan berarti akan mengurangi kekuatan tim Persegres. Saya masih yakin dengan materi pemain yang dimiliki Persegres tetap memiliki kemampuan untuk bangkit dan berniat memenangkan pertandingan nanti,” ungkap Kas Hartadi.

Soal kualitas pemain tuan rumah, Kas terfokus pada tiga pemain asing yakni Aldo Baretto, Gustavo Chena dan Shohei Matsunaga. Ketiganya menjadi motor sekaligus otak serangan Persegres yang harus dibendung bek-bek Sriwijaya FC. Dia juga tak melupakan Park Chul Hyung yang sering naik dan menciptakan gol.

Sayangnya, lini pertahanan klub asal Sumatera Selatan terancam keropos dengan cederanya Diogo Santos dan akumulasi kartu kuning Ahmad Jufrianto. Kas kemungkinan menyiapkan Dodok Anang untuk menemani Abdulrahman di jantung pertahanan.

“Kondisi Diogo membutuhkan istirahat dan mungkin absen di pertandingan nanti. Abdulrahman juga sempat cedera ringan tapi masih bisa main. Sangat disayangkan, tapi bagaimana pun kami harus tetap percaya diri bisa mendapatkan poin di Gresik,” cetus Kas Hartadi.

Prakiraan Formasi Pemain:

Persegres Gresik (4-2-3-1):
Hary Prasetya (gk), Kacung Munip, Park Chul hyung, Sasa Zecevic, Habib Sukron (belakang), Ahmad Sembiring, Agus Indra, Siswanto, Shohei Matsunaga, Gustavo Chena (tengah), Aldo Baretto (depan).

Sriwijaya FC (4-5-1):
Rivki Mokodompit (gk), Mahyadi Panggabean, Dodok Anang, Abdulrahman, Fandi Mochtar (belakang), Ponaryo Astaman, Eddie Foday B, Hilton Moreira, M Fakhrudin, Sultan Samma (Tengah), Tan Tan (depan).
(wbs)
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 1.1906 seconds (0.1#10.140)