Suzuki harus tutup celah Yamaha-Honda
Rabu, 13 Maret 2013 - 10:33 WIB
Suzuki harus tutup celah Yamaha-Honda
A
A
A
Sindonews.com - Suzuki memperlihatkan keseriusan mereka untuk kembali bertarung di ajang MotoGP 2014 setelah hampir dua tahun absen di ajang balapan motor paling bergengsi ini. Mereka bakal tampil dengan motor desain baru untuk MotoGP 2014.
Mantan juara grand prix yang kini menjadi test rider Suzuki, Nobuatsu Aoki mengatakan bahwa Suzuki masih mampu membuat mesin yang sangat kompetitif, tapi belum tentu dengan sistem kelistrikan. Lantaran sistem inilah yang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam dua musim terakhir.
“Di MotoGP, sistem kelistrikan adalah faktor yang paling utama. Sementara Suzuki kehilangan mata rantai pengembangan sistem ini selama dua musim terakhir, dibandingkan Honda, Yamaha ataupun Ducati. Artinya Suzuki harus bisa menutup celah ini, jika ingin bertarung di papan atas,” jelas Aoki Crashnet.
Hal lain yang membuat Aoki khawatir adalah penggunaan ban yang dipasok oleh Bridgestone. Setiap musim, komponen ini juga mengalami banyak perubahan. Jadi rasanya sangat patut Suzuki memperhatikan karakter kompon ban yang ada sekarang dan melakukan pengetesan sebanyak mungkin menggunakan kompon tersebut.
"Kami senang dengan sasis dan mesin, tetapi kami masih perlu melakukan perbaikan pada beberapa hal kecil. Saya akan mengendarai motor baru itu saat uji coba dan juga seorang pebalap Eropa," tuturnya.
Aoki menolak untuk mengungkapkan siapa pebalap Eropa itu, atau manajer tim yang potensial, untuk menjalankan proyek baru Suzuki. Tetapi dia memberikan konfirmasi bahwa Suzuki berencana untuk memakai dua pebalap, dan patuh pada aturan MSMA - termasuk menggunakan perangkat lunak elektronik dari MSMA - bersama Honda, Yamaha dan Ducati.
Sementara itu, Dorna sudah memberikan indikasi bahwa Suzuki harus membeli grid dari tim yang sudah ada sekarang. Dorna beralasan, kebijakan tersebut untuk menyelamatkan tim-tim yang tetap setia tampil di MotoGP selama terjadi krisis ekonomi global.
Mantan juara grand prix yang kini menjadi test rider Suzuki, Nobuatsu Aoki mengatakan bahwa Suzuki masih mampu membuat mesin yang sangat kompetitif, tapi belum tentu dengan sistem kelistrikan. Lantaran sistem inilah yang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam dua musim terakhir.
“Di MotoGP, sistem kelistrikan adalah faktor yang paling utama. Sementara Suzuki kehilangan mata rantai pengembangan sistem ini selama dua musim terakhir, dibandingkan Honda, Yamaha ataupun Ducati. Artinya Suzuki harus bisa menutup celah ini, jika ingin bertarung di papan atas,” jelas Aoki Crashnet.
Hal lain yang membuat Aoki khawatir adalah penggunaan ban yang dipasok oleh Bridgestone. Setiap musim, komponen ini juga mengalami banyak perubahan. Jadi rasanya sangat patut Suzuki memperhatikan karakter kompon ban yang ada sekarang dan melakukan pengetesan sebanyak mungkin menggunakan kompon tersebut.
"Kami senang dengan sasis dan mesin, tetapi kami masih perlu melakukan perbaikan pada beberapa hal kecil. Saya akan mengendarai motor baru itu saat uji coba dan juga seorang pebalap Eropa," tuturnya.
Aoki menolak untuk mengungkapkan siapa pebalap Eropa itu, atau manajer tim yang potensial, untuk menjalankan proyek baru Suzuki. Tetapi dia memberikan konfirmasi bahwa Suzuki berencana untuk memakai dua pebalap, dan patuh pada aturan MSMA - termasuk menggunakan perangkat lunak elektronik dari MSMA - bersama Honda, Yamaha dan Ducati.
Sementara itu, Dorna sudah memberikan indikasi bahwa Suzuki harus membeli grid dari tim yang sudah ada sekarang. Dorna beralasan, kebijakan tersebut untuk menyelamatkan tim-tim yang tetap setia tampil di MotoGP selama terjadi krisis ekonomi global.
(wbs)