Ponaryo: Tak ada kubu-kubuan dalam timnas
Jum'at, 15 Maret 2013 - 22:57 WIB
Ponaryo: Tak ada kubu-kubuan dalam timnas
A
A
A
Sindonews.com - Isu perpecahan diantara pemain timnas merebak. Hal ini berkaitan dengan kabar pencoretan 14 pemain Indonesia Super League oleh pelatih tim nasional Indonesia, Luis Manuel Blanco, Jumat (15/3/2013) sore.
Muncul kabar bahwa ada perpecahan dalam tubuh timnas. Namun, kabar tersebut langsung ditepis oleh pemain senior, Ponaryo Astaman.
"Timnas nasional terkesan seperti terbelah dua dengan pemain IPL dan ISL dalam latihan. Dinamika yang berkembang di timnas saat ini antara pelatih dan BTN tidak mempengaruhi kesetiaan kami terhadap timnas. Kami tidak memperdulikan kami berasal baik itu IPL maupun ISL," kata Ponaryo dalam konferensi pers di Holten Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013) malam.
Sementara itu, mengenai pemberitaan para pemain ISL yang menolak latihan pagi. Pemain Sriwijaya ini memberikan klarifikasinya.
"Kami para pemain ISL sebelumnya telah berbicara dengan pelatih. Para pemain telah keletihan setelah berkompetisi. Peelatih pun setuju hanya memberikan kami latihan joging selama 30 menit dan kembali ke hotel untuk istirahat di hotel," Ponaryo menjelaskan.
Muncul kabar bahwa ada perpecahan dalam tubuh timnas. Namun, kabar tersebut langsung ditepis oleh pemain senior, Ponaryo Astaman.
"Timnas nasional terkesan seperti terbelah dua dengan pemain IPL dan ISL dalam latihan. Dinamika yang berkembang di timnas saat ini antara pelatih dan BTN tidak mempengaruhi kesetiaan kami terhadap timnas. Kami tidak memperdulikan kami berasal baik itu IPL maupun ISL," kata Ponaryo dalam konferensi pers di Holten Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013) malam.
Sementara itu, mengenai pemberitaan para pemain ISL yang menolak latihan pagi. Pemain Sriwijaya ini memberikan klarifikasinya.
"Kami para pemain ISL sebelumnya telah berbicara dengan pelatih. Para pemain telah keletihan setelah berkompetisi. Peelatih pun setuju hanya memberikan kami latihan joging selama 30 menit dan kembali ke hotel untuk istirahat di hotel," Ponaryo menjelaskan.
(wir)