Target pemasukan tiket meleset, gaji Persebaya IPL terlambat

Senin, 29 April 2013 - 15:22 WIB
Target pemasukan tiket...
Target pemasukan tiket meleset, gaji Persebaya IPL terlambat
A A A
Sindonews.com - Janji Saleh Ismail Mukadar mengatasi masalah keuangan di tubuh Persebaya IPL
menguap. Gaji pemain dipastikan terlambat setelah pemasukan penjualan tiket dua laga hanya
mencapai Rp240 juta.

Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman mengatakan total pendapatan kotor penjuatalan tiket
di laga Persebaya melawan PSLS Lhokseumawe di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT),
Surabaya hanya mencapai Rp 210 juta. "Itu pendapatan kotor belum dipotong biaya sewa stadion,
pajak dan operasional panitia lainnya," ucapnya.

Meski belum bisa menghitung keuntungan bersih, namun diperkirakan tidak lebih dari Rp150 juta.
Sebab, sudah terpotong biaya sewa GBT sebesar Rp 30 juta. Belum lagi, biaya keamanan,
pajak pertandingan dan operasional ditaksir lebih dari Rp 50 juta. "Untuk bersihnya masih kita kalkulasi lagi, " ucap Ram.

Sebenarnya, jumlah penonton mengalami kenaikan jika dibandingkan laga sebelumnya menghadapi
Persiraja Banda Aceh. Saat itu, Panpel hanya bisa mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 100 juta. Dalam laga melawan PSLS sekitar 9.000 penonton memadati stadion, sedangkan lawan Persiraja hanya sekitar 6000 penonton.

Jelas pendapatan bersih dalam dua pertandingan yang berkisar Rp200 juta itu, tidak sepadan dengan kebutuhan membayar gaji pemain. Semasa masih dipegang CEO Gede Widiade konon setiap bulan dibutuhkan uang sekitar Rp 1 miliar untuk membayar 26 pemain. Jika saat ini ada 20 pemain maka dibutuhkan sekitar Rp 700 hingga Rp 800 juta untuk membayar gaji pemain pada April.

Kekurangan sekitar Rp500 juta ini bisa jadi membuat Komisaris PT Persebaya Indonesia
kepala Saleh Ismail Mukadar pening. Apalagi, jika belum bisa membayar dalam dua hari ini
pemain Persebaya tidak menuntup kemungkinan mogok latihan. Sesuai jadwal, Persebaya
akan kembali berlatih Rabu (1/5) besok.
(aww)
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
3 jam yang lalu
Link Nonton Timnas Indonesia...
Link Nonton Timnas Indonesia vs Kamboja di ASEAN Hyundai Cup: Pembuktian John Herdman!
4 jam yang lalu
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
4 jam yang lalu
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
5 jam yang lalu
FIFA Tepis Isu Pengaturan...
FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved