McLaren: Tak akan ada Vettel di tim kami
Jum'at, 29 Maret 2013 - 11:13 WIB
McLaren: Tak akan ada Vettel di tim kami
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif McLaren, Martin Whitmarsh mengaku tak akan membiarkan kejadian yang menimpa Red Bull terjadi di timnya. Seperti diketahui, friksi kini terjadi di antara dua pembalap Red Bull, Mark Webber dan Sebastian Vettel pasca balapan di Sepang, Malaysia beberapa waktu lalu. Saat itu, Vettel tidak mematuhi perintah tim untuk tetap berada di posisi dua dan membiarkan Webber menang.
"Anda tidak bisa menerima pembalap yang tidak mematuhi perintah tim. Tidak boleh ada pembalap yang lebih besar daripada tim. Mereka (pembalap) harus mematuhi itu," ujarnya seperti dilansir Crash.net, Jumat (29/3/2013).
Menurut Whitmarsh, apa yang terjadi di Red Bull merupakan sesuat yang serius. "Itu (friksi antara Vettel dan Webber) merupakan sesuatu yang serius jika anda memberitahu pembalap untuk melakukan sesuatu dan dia tidak melakukannya, itu bisa dianggap sebagai pelanggaran kontrak," lanjut Whitmarsh.
Kendati berkata demikian, Whitmarsh mengungkapkan tim seharusnya memberi kebebasan kepada pembalap ketika sudah berada di lintasan dan tidak memberitahu mereka bagaimana harus membalap kendati mereka melakukan kesalahan.
"Ketika Anda bertindak sebagai kepala tim dan melihat pembalap Anda meminta arahan tentang apa yang harus dilakukan, saya selalu membebaskan mereka dan kendati mereka salah. Anda harus mengakui bahwa mereka salah," tutup Whitmarsh.
"Anda tidak bisa menerima pembalap yang tidak mematuhi perintah tim. Tidak boleh ada pembalap yang lebih besar daripada tim. Mereka (pembalap) harus mematuhi itu," ujarnya seperti dilansir Crash.net, Jumat (29/3/2013).
Menurut Whitmarsh, apa yang terjadi di Red Bull merupakan sesuat yang serius. "Itu (friksi antara Vettel dan Webber) merupakan sesuatu yang serius jika anda memberitahu pembalap untuk melakukan sesuatu dan dia tidak melakukannya, itu bisa dianggap sebagai pelanggaran kontrak," lanjut Whitmarsh.
Kendati berkata demikian, Whitmarsh mengungkapkan tim seharusnya memberi kebebasan kepada pembalap ketika sudah berada di lintasan dan tidak memberitahu mereka bagaimana harus membalap kendati mereka melakukan kesalahan.
"Ketika Anda bertindak sebagai kepala tim dan melihat pembalap Anda meminta arahan tentang apa yang harus dilakukan, saya selalu membebaskan mereka dan kendati mereka salah. Anda harus mengakui bahwa mereka salah," tutup Whitmarsh.
(wir)