Mereka menjadi raja di klub, andalan di Timnas
Selasa, 02 April 2013 - 18:43 WIB
Mereka menjadi raja di klub, andalan di Timnas
A
A
A
Sindonews.com - Striker Indonesia jadi raja di klubnya masing-masing. Fakta tersebut akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan Tim Nasional (Timnas) Indonesia, yang tengah berjuang di Pra Piala Asia (PPA) 2015 Grup C.
Ada Sergio van Dijk, penyerang naturalisasi yang saat ini berseragam Persib Bandung. Boas Salossa kapten sekaligus juru gedor Persipura Jayapura. Mereka diturunkan saat Timnas Garuda menjamu Arab Saudi, (23/3).
Tidak salah memang jika kedua nama tersebut dipercaya Rahmad Darmawan, yang saat itu dipercaya membesut Timnas Garuda. ke depan, pemain-pemain ini bisa dipastikan akan memberikan kontribusi lebih besar bagi kelangsungan Timnas Garuda di kancah internasional.
Hal itu tentu bisa dikomparasi dengan bagaimana aksi mereka diklubnya masing-masing. Sergio misalnya, pemain yang diboyong manajemen Maung Bandung, julukan Persib, dari Adelaide United, sejauh ini telah mengemas tujuh gol. dimana pencapaian itu adalah yang terbaik di Persib saat ini.
''Dia (Sergio) memang sedang menunjukkan kontribusi besar kepada klub. Hal itu saya rasa, menjadi ukuran yang pas jika saat ini menjadi salah satu pemain Timnas yang diandalkan,” ujar pelatih Persib, Djajdang Nurjaman.
Boas, pemain yang dijuluki RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, sebagai seniman bola, juga keluar sebagai pemain paling tajam di Persipura. Sampai dengan pekan ke- 12 yang sudah dijalani tim Mutiara Hitam, julukan Persipura, adik kandung Ortisan Salossa tersebut telah mengemas sembilan gol.
Akan tetapi, jika prestasi di klub yang jadi patokan, satu nama lagi yang tidak boleh dikesempingkan adalah aksi brilian seorang Cristian Gonzales. El Loco, julukan Gonzales, memang namanya tidak diikutsertakan saat Timnas Garuda ditekuk Arab, 1-2. Tapi Gonzales yang dinilai sudah uzur, seolah memberikan bukti nyata.
Pemain naturalisasi tersebut, keluar sebagai penyerang paling berbahaya di kompetisi Indonesian Super League (ISL) sejauh ini. 11 gol yang dicatatkan Gonzales untuk Arema Indonesia, seolah dijadikannya sebagai pertandan jika dirinya masih mampu bersaing dengan penyerang-penyerang muda di Tanah Air.
Ada Sergio van Dijk, penyerang naturalisasi yang saat ini berseragam Persib Bandung. Boas Salossa kapten sekaligus juru gedor Persipura Jayapura. Mereka diturunkan saat Timnas Garuda menjamu Arab Saudi, (23/3).
Tidak salah memang jika kedua nama tersebut dipercaya Rahmad Darmawan, yang saat itu dipercaya membesut Timnas Garuda. ke depan, pemain-pemain ini bisa dipastikan akan memberikan kontribusi lebih besar bagi kelangsungan Timnas Garuda di kancah internasional.
Hal itu tentu bisa dikomparasi dengan bagaimana aksi mereka diklubnya masing-masing. Sergio misalnya, pemain yang diboyong manajemen Maung Bandung, julukan Persib, dari Adelaide United, sejauh ini telah mengemas tujuh gol. dimana pencapaian itu adalah yang terbaik di Persib saat ini.
''Dia (Sergio) memang sedang menunjukkan kontribusi besar kepada klub. Hal itu saya rasa, menjadi ukuran yang pas jika saat ini menjadi salah satu pemain Timnas yang diandalkan,” ujar pelatih Persib, Djajdang Nurjaman.
Boas, pemain yang dijuluki RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, sebagai seniman bola, juga keluar sebagai pemain paling tajam di Persipura. Sampai dengan pekan ke- 12 yang sudah dijalani tim Mutiara Hitam, julukan Persipura, adik kandung Ortisan Salossa tersebut telah mengemas sembilan gol.
Akan tetapi, jika prestasi di klub yang jadi patokan, satu nama lagi yang tidak boleh dikesempingkan adalah aksi brilian seorang Cristian Gonzales. El Loco, julukan Gonzales, memang namanya tidak diikutsertakan saat Timnas Garuda ditekuk Arab, 1-2. Tapi Gonzales yang dinilai sudah uzur, seolah memberikan bukti nyata.
Pemain naturalisasi tersebut, keluar sebagai penyerang paling berbahaya di kompetisi Indonesian Super League (ISL) sejauh ini. 11 gol yang dicatatkan Gonzales untuk Arema Indonesia, seolah dijadikannya sebagai pertandan jika dirinya masih mampu bersaing dengan penyerang-penyerang muda di Tanah Air.
(aww)