Rigo termotivasi buktikan keperkasaannya
Kamis, 04 April 2013 - 16:29 WIB
Rigo termotivasi buktikan keperkasaannya
A
A
A
Sindonews.com - Kurang dari dua minggu lagi, pemilik sabuk juara bantam super WBA, Guillermo Rigondeaux, akan menjalani duel unifikasi melawan juara WBO, Nonito Donaire. Duel yang berlangsung di New York pada 13 April 2013, tersebut, menurut Rigo, merupakan pertarungan yang paling penting selama karir profesionalnya.
"Kami berlatih keras. Kami tidak bisa bersabar untuk menyambut malam pertarungan. Itu adalah pertarungan terbesar dalam karir saya, dan kami akan menunjukkan kemampuan kami bahwa pada 13 April," ujar Rigondeaux kepada Boxing Scene.
Petinju dengan julukan The Jackal itu menegaskan, dia tidak merasa khawatir terkait keuntungan ukuran fisik Donaire, karena ia pernah menghadapi petinju dengan ukuran yang lebih besar darinya di masa-masa sebelumnya, dan ia selalu menemukan cara untuk meninggalkan ring dengan tangan terangkat ke atas. "Ukuran tubuhnya tidak akan menjadi masalah. Saya telah bertarung dengan orang yang jauh lebih tinggi daripada dia seperti Robert Marroquin. Ia adalah jauh lebih tinggi dibanding Donaire. Jadi ukurannya itu tidak akan menjadi masalah sama sekali," tegas Rigondeaux dengan penuh percaya diri.
Bersatu kembali dengan Pedro Diaz, pelatih yang pernah membimbingnya untuk meraih dua medali emas Olimpiade, membuat petinju asal Kuba itu kembali termotivasi. Bahkan dia berencana untuk menunjukkan permainan baru yang belum pernah dia sajikan sebelumnya. "Pertarungan ini sangat penting bagi saya. Ketika saya menang, saya membuktikan bahwa saya adalah petinju kelas bantam super terbaik di dunia."
"Kami berlatih keras. Kami tidak bisa bersabar untuk menyambut malam pertarungan. Itu adalah pertarungan terbesar dalam karir saya, dan kami akan menunjukkan kemampuan kami bahwa pada 13 April," ujar Rigondeaux kepada Boxing Scene.
Petinju dengan julukan The Jackal itu menegaskan, dia tidak merasa khawatir terkait keuntungan ukuran fisik Donaire, karena ia pernah menghadapi petinju dengan ukuran yang lebih besar darinya di masa-masa sebelumnya, dan ia selalu menemukan cara untuk meninggalkan ring dengan tangan terangkat ke atas. "Ukuran tubuhnya tidak akan menjadi masalah. Saya telah bertarung dengan orang yang jauh lebih tinggi daripada dia seperti Robert Marroquin. Ia adalah jauh lebih tinggi dibanding Donaire. Jadi ukurannya itu tidak akan menjadi masalah sama sekali," tegas Rigondeaux dengan penuh percaya diri.
Bersatu kembali dengan Pedro Diaz, pelatih yang pernah membimbingnya untuk meraih dua medali emas Olimpiade, membuat petinju asal Kuba itu kembali termotivasi. Bahkan dia berencana untuk menunjukkan permainan baru yang belum pernah dia sajikan sebelumnya. "Pertarungan ini sangat penting bagi saya. Ketika saya menang, saya membuktikan bahwa saya adalah petinju kelas bantam super terbaik di dunia."
(nug)