Kritik Buffon, Beckenbauer menuai kecaman
Jum'at, 05 April 2013 - 02:02 WIB
Kritik Buffon, Beckenbauer menuai kecaman
A
A
A
Sindonews.com – Direktur Juventus Beppe Marotta dan pelatih Tim Nasional Italia Cesare Prandelli mengecam kritikan pedas yang disampaikan legenda Jerman Franz Beckenbauer kepada Gianluigi Buffon.
Beckenbauer sebelumnya menyebut Buffon seperti seorang pensiunan saat tampil buruk ketika Juventus dikalahkan Bayern Muenchen 0-2 di leg pertama perempat final Liga Champions di Allianz Arena pertengahan pekan ini.
Marotaa menilai Buffon tidak pantas mendapat kritikan seperti itu. “Buffon harus dihormati. Menyedihkan, membaca apa yang disampaikan dari seorang ikon sepak bola dunia terutama ketika mereka secara langsung menperlakukan itu kepada seorang simbol atlet lainnya seperti Buffon,” ujar Marotta dilansir soccerway, Jumat (5/4/2013).
“Dia (Buffon) adalah pria yang baik dan contoh bagi anak muda.”
Dukungan Marotta juga diamini Prandelli. Dia menilai Beckenbauer tidak pada tempatnya untuk mengkritisi lawan di era sepak bola modern.
“Buffon telah memberikan reaksi yang baik. Dia akan mendapatkan respon yang luar biasa di lapangan. Di samping itu, berhenti adalah selalu untuk orang bijak.”
Beckenbauer sebelumnya menyebut Buffon seperti seorang pensiunan saat tampil buruk ketika Juventus dikalahkan Bayern Muenchen 0-2 di leg pertama perempat final Liga Champions di Allianz Arena pertengahan pekan ini.
Marotaa menilai Buffon tidak pantas mendapat kritikan seperti itu. “Buffon harus dihormati. Menyedihkan, membaca apa yang disampaikan dari seorang ikon sepak bola dunia terutama ketika mereka secara langsung menperlakukan itu kepada seorang simbol atlet lainnya seperti Buffon,” ujar Marotta dilansir soccerway, Jumat (5/4/2013).
“Dia (Buffon) adalah pria yang baik dan contoh bagi anak muda.”
Dukungan Marotta juga diamini Prandelli. Dia menilai Beckenbauer tidak pada tempatnya untuk mengkritisi lawan di era sepak bola modern.
“Buffon telah memberikan reaksi yang baik. Dia akan mendapatkan respon yang luar biasa di lapangan. Di samping itu, berhenti adalah selalu untuk orang bijak.”
(irc)