IPW minta Polri cabut izin kompetisi ISL
Minggu, 07 April 2013 - 13:17 WIB
IPW minta Polri cabut izin kompetisi ISL
A
A
A
Sindonews.com - Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane kembali mempertanyakan sikap Mabes Polri terkait masalah gaji pemain Indonesia Super League (ISL). Pernyataan tegas tersebut dilontarkannya karena Polri sebelumnya sempat memberikan syarat untuk penyelenggaraan bergulirnya kompetisi bola tersebut di mana salah satunya mengenai masalah gaji pemain. Namun hingga saat ini masalah itu masih belum terselesaikan dengan baik.
Karenanya Neta meminta kepada Polri untuk segera memeriksa Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), pejabat PT Liga Indonesia terkait masalah ini serta pemilik klub. Pasalnya, mereka telah melakukan pelanggaran yang sudah sangat meresahkan para pemain. Padahal mereka sebelumnya berjanji akan menyelesaikan masalah ini hingga 31 Maret 2013, namun nyatanya bertolak belakang.
"Polri harus bertanggungjawab atas belum dibayarnya gaji pemain ISL. Karena mereka telah memberikan ijin kompetisi ISL 2012/2013 berjalan, dengan syarat gaji pemain dibayarkan. Polri bisa memerika ketua Bopi, pejabat PT Liga, serta pemilik klub dengan tuduhan melakukan penipuan dan perbudakan gaya baru," tegas Neta dalam rilisnya yang diterima Sindonews.com, Minggu (7/4/2013).
Dengan adanya kasus ini IPW mengimbau agar Polri segera mencabut ijin kompetisi ISL 2012/2013 dan melarang ISL melakukan kompetisi sampai gaji pemain dilunasi.
Karenanya Neta meminta kepada Polri untuk segera memeriksa Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), pejabat PT Liga Indonesia terkait masalah ini serta pemilik klub. Pasalnya, mereka telah melakukan pelanggaran yang sudah sangat meresahkan para pemain. Padahal mereka sebelumnya berjanji akan menyelesaikan masalah ini hingga 31 Maret 2013, namun nyatanya bertolak belakang.
"Polri harus bertanggungjawab atas belum dibayarnya gaji pemain ISL. Karena mereka telah memberikan ijin kompetisi ISL 2012/2013 berjalan, dengan syarat gaji pemain dibayarkan. Polri bisa memerika ketua Bopi, pejabat PT Liga, serta pemilik klub dengan tuduhan melakukan penipuan dan perbudakan gaya baru," tegas Neta dalam rilisnya yang diterima Sindonews.com, Minggu (7/4/2013).
Dengan adanya kasus ini IPW mengimbau agar Polri segera mencabut ijin kompetisi ISL 2012/2013 dan melarang ISL melakukan kompetisi sampai gaji pemain dilunasi.
(wir)