Fergie jamin kekalahan telak takkan terjadi lagi
Senin, 08 April 2013 - 11:42 WIB
Fergie jamin kekalahan telak takkan terjadi lagi
A
A
A
Sindonews.com - Manajer Manchester United, Sir ALex Ferguson menegaskan jika kekalahan telak 1-6 atas Manchester City musim lalu tidak akan terulang kembali.
Keyakinan itu ia lontarkan jelang laga Derby Manchester, Selasa (9/4) dini hari nanti. Dengan unggul 15 poin dari The Sky Blues di posisi kedua, pria asal Skotlandia itu mengaku pertandingan nanti dipastikan akan berbeda.
Pada pertemuan serupa di Old Trafford musim lalu, enam gol skuad Roberto Mancini menjadi catatan kekalahan kandang terbesar sejak 1955. Fergie pun menyebut hari itu sebagai hari terburuk yang dialaminya bersama United.
Bahkan sejak tragedi memalukan itu, Fergi tidak pernah melihat video rekaman itu lagi. Fergie mengakui hal itu, dan menjamin laga kali ini bakal berbeda.
"Saya tidak menyalahkan diri sendiri. Hal itu terjadi, kami memutuskan untuk bunuh diri," tutur Fergie seperti dilansir The Sun, Senin (8/4)
"Kami tampil lebih baik hingga mereka mencetak di paruh babak. Kemudian pemain kami mendapat kartu merah usai babak kedua dimulai dan kami masih berupaya mengejar. Itu adalah saat-saat kami bermain dengan buku sejarah, bukan dengan otak kami. Kali ini akan berbeda." pungkasnya
Keyakinan itu ia lontarkan jelang laga Derby Manchester, Selasa (9/4) dini hari nanti. Dengan unggul 15 poin dari The Sky Blues di posisi kedua, pria asal Skotlandia itu mengaku pertandingan nanti dipastikan akan berbeda.
Pada pertemuan serupa di Old Trafford musim lalu, enam gol skuad Roberto Mancini menjadi catatan kekalahan kandang terbesar sejak 1955. Fergie pun menyebut hari itu sebagai hari terburuk yang dialaminya bersama United.
Bahkan sejak tragedi memalukan itu, Fergi tidak pernah melihat video rekaman itu lagi. Fergie mengakui hal itu, dan menjamin laga kali ini bakal berbeda.
"Saya tidak menyalahkan diri sendiri. Hal itu terjadi, kami memutuskan untuk bunuh diri," tutur Fergie seperti dilansir The Sun, Senin (8/4)
"Kami tampil lebih baik hingga mereka mencetak di paruh babak. Kemudian pemain kami mendapat kartu merah usai babak kedua dimulai dan kami masih berupaya mengejar. Itu adalah saat-saat kami bermain dengan buku sejarah, bukan dengan otak kami. Kali ini akan berbeda." pungkasnya
(dka)