PSSI kisruh lagi, Pemerintah tetapkan lima poin

Kamis, 11 April 2013 - 01:13 WIB
PSSI kisruh lagi, Pemerintah...
PSSI kisruh lagi, Pemerintah tetapkan lima poin
A A A
Sindonews.com - Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret 2013 lalu yang digembar-gemborkan sebagai tanda bersatunya PSSI dari semua kekisruhan gagal sudah. Pasalnya paska diselenggarakannya KLB permasalah masih menyandera organisasi sepak bola Indonesia tersebut.

Menteri pemuda dan Olahraga Roy Suryo telah menetapkan lima poin terkait masalah yang mendera PSSI. Keputusan ini muncul setelah mengadakan rapat di kantor Kemenpora dengan stakeholder olahraga di Indonesia.

"Kemenpora selaku pemerintah telah mengadakan rapat dengan PSSI, BTN, KOI, KONI, BOPI, APPI serta PT LPIS dan LPI. Poin yang pertama, Menpora mendesak PSSI untuk menyelesaikan laporan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 17 Maret 2013. Dari hasil laporan itu, pemerintah baru bisa memberikan jawaban," kata Menpora di Kantor Kemenpora Jakarta, 10 April 2013.

Poin kedua, soal klub-klub sepak bola yang tidak lolos unifikasi Liga hasil KLB. Pasalnya Persebaya dan arema dinilai tidak lolos syarat. " Klub yang tidak masuk menjadi tanggung jawab PSSI. Untuk diselesaikan dengan baik, apa itu disatukan atau tidak," terangnya.

Sementara itu, poin ketiga Menpora ingin penunggakan gaji para pemain baik itu dari kompetisi ISL dan IPL segera dilunasi paling lambat 19 April 2013. "Terjadi pembayaran pemain belum terselesaikan. Sempat ada deadline 30 maret. Setidaknya dari PT Liga ada tujuh klub dengan tunggakan 38 miliar. LPIS telah mencapai kesepakatn meski tidak semua puas. Tapi dua operator PT liga dan LPIS berkomitmen menyelesaikan," tambahnya.

Lebih lanjut, mengenai hasil KLB yakin menyetujui unifikasi, statuta dan empat exco. FIFA menyetujui tiga poin tersebut, agenda lain tidak akan digubris. Dalam hal ini pemerintah mengambil kesimpulan, mempertanyakan kepad FIFA selama belum ada penegasan lebih lanjut.

Poin terakhir, hasil rapat exco yang diselenggarakan di Surabaya Menpora enggan ikut campur, "Kami tidak akan ikut campur dengan hasil rapat PSSI kemarin. Namun jika FIFA tidak setuju dengan keputusan itu, maka pemerintah akan turun tangan," tandasnya.
(wbs)
Berita Terkait
Bung Harpa Soroti Konflik...
Bung Harpa Soroti Konflik Kepentingan Jabatan Ganda Erick Thohir di PSSI dan Kemenpora
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
FIFA Minta Timnas Mesir...
FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey JelangLawan Belgia
26 menit yang lalu
6 Fakta Timnas Timnas...
6 Fakta Timnas Timnas Brasil Gagal Menang di Partai Pembuka Piala Dunia 2026
33 menit yang lalu
Brasil vs Maroko: Vinicius...
Brasil vs Maroko: Vinicius Junior Selamatkan Selecao dari Kekalahan
1 jam yang lalu
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
4 jam yang lalu
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
5 jam yang lalu
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
5 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved