Darko realistis
Sabtu, 13 April 2013 - 18:54 WIB
Darko realistis
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Pelita Bandung Raya (PBR) Daniel Darko Janackovic mengakui Persipura merupakan klub elit yang sulit dikalahkan. Karena itu, dia bersikap realistis saat kedua tim akan berhadapan pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2013 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sore ini.
Laga PBR menjamu Persipura memang diprediksi menjadi pertandingan yang tidak seimbang. Dilihat dari klasemen sementara saja, kedua tim ada dalam posisi yang terpaut jauh. Saat ini, Persipura masih kokoh menempati urutan kedua di bawah Mitra Kutai Kartanegara. Tim mutiara hitam mengumpulkan 31 poin dari tiga belas kali berlaga. Bahkan, Boaz Solossa dkk belum terkalahkan hingga memasuki pertengahan kompetisi ISL musim ini. Mereka hanya mampu ditahan seri oleh empat lawannya, sedangkan sembilan pertandingan lain berhasil dimenangkan Persipura.
Menganalisa rekor gol, tim Mutiara Hitam juga bukan kesebelasan yang gawangnya bisa dengan mudah dibobol tim lawan. Sepanjang ISL musim ini, baru empat kali jala Persipura mampu digetarkan penyerang tim lain. Pencapaian ini juga didukung oleh tajamnya lini depan mereka. Total, Zah Rahan dkk sudah mengoleksi 29 gol dan menjadikan Persipura salah satu tim tersubur hingga pertengahan ISL musim ini.
Kondisi tersebut berbeda dengan PBR. The Boys Are Back saat ini masih berkutat di papan bawah klasemen. Bahkan, Eka Ramdani dkk sedang berusaha keras untuk meninggalkan zona degradasi. Hingga pertandingan ke tiga belas mereka, PBR hanya mampu menempati posisi ke enam belas, atau ketiga dari bawah. Mereka meraih sebelas poin hasil dari dua kemenangan, lima seri, dan enam kekalahan.
“Mereka (Persipura) berada di urutan teratas dengan sembilan kali menang. Mereka tim yang konsisten di papan atas klasemen musim ini. Sedangkan skuad kami masih berjuang meninggalkan zona degradasi. Itu menjadi sesuatu yang menyulitkan bagi kami dalam menghadapi Persipura,” tutur Darko.
Komposisi pemain yang banyak berlabel bintang, juga menjadi factor pendukung lain untuk Persipura bisa melibas PBR. Berbeda dengan skuad The Boys Are Back yang didominasi pesepakbola usia muda, tim Mutiara Hitam memiliki sederet pemain nasional.
“Ini adalah tim yang masih sangat muda, bahkan ada beberapa pemain yang usianya masih dibawah dua puluh tahun. Mereka belum memiliki pengalaman yang cukup dalam berlaga di kompetisi level professional, bahkan banyak pula yang baru musim ini berlaga ISL. Dua pertandingan terakhir kami memang menunjukkan peningkatan performa, tetapi Persipura tidak bisa disetarakan dengan Persepam (Madura United) ataupun Persela (Lamongan),” kata Darko.
Meski begitu, pelatih berpaspor Perancis itu mengaku siap memberi perlawanan sengit. Menghadapi tim sekelas Persipura, ujar Darko, bukan berarti para pemain PBR akan menyerah begitu saja dalam bertanding. “Saya realistis saja, tapi saya akan melakukan apa yang terbaik yang saya mampu. Hasil imbang sudah menjadi sesuatu yang positif bagi PBR, Kami akan beri perlawanan terhadap mereka,” ungkapnya.
Laga PBR menjamu Persipura memang diprediksi menjadi pertandingan yang tidak seimbang. Dilihat dari klasemen sementara saja, kedua tim ada dalam posisi yang terpaut jauh. Saat ini, Persipura masih kokoh menempati urutan kedua di bawah Mitra Kutai Kartanegara. Tim mutiara hitam mengumpulkan 31 poin dari tiga belas kali berlaga. Bahkan, Boaz Solossa dkk belum terkalahkan hingga memasuki pertengahan kompetisi ISL musim ini. Mereka hanya mampu ditahan seri oleh empat lawannya, sedangkan sembilan pertandingan lain berhasil dimenangkan Persipura.
Menganalisa rekor gol, tim Mutiara Hitam juga bukan kesebelasan yang gawangnya bisa dengan mudah dibobol tim lawan. Sepanjang ISL musim ini, baru empat kali jala Persipura mampu digetarkan penyerang tim lain. Pencapaian ini juga didukung oleh tajamnya lini depan mereka. Total, Zah Rahan dkk sudah mengoleksi 29 gol dan menjadikan Persipura salah satu tim tersubur hingga pertengahan ISL musim ini.
Kondisi tersebut berbeda dengan PBR. The Boys Are Back saat ini masih berkutat di papan bawah klasemen. Bahkan, Eka Ramdani dkk sedang berusaha keras untuk meninggalkan zona degradasi. Hingga pertandingan ke tiga belas mereka, PBR hanya mampu menempati posisi ke enam belas, atau ketiga dari bawah. Mereka meraih sebelas poin hasil dari dua kemenangan, lima seri, dan enam kekalahan.
“Mereka (Persipura) berada di urutan teratas dengan sembilan kali menang. Mereka tim yang konsisten di papan atas klasemen musim ini. Sedangkan skuad kami masih berjuang meninggalkan zona degradasi. Itu menjadi sesuatu yang menyulitkan bagi kami dalam menghadapi Persipura,” tutur Darko.
Komposisi pemain yang banyak berlabel bintang, juga menjadi factor pendukung lain untuk Persipura bisa melibas PBR. Berbeda dengan skuad The Boys Are Back yang didominasi pesepakbola usia muda, tim Mutiara Hitam memiliki sederet pemain nasional.
“Ini adalah tim yang masih sangat muda, bahkan ada beberapa pemain yang usianya masih dibawah dua puluh tahun. Mereka belum memiliki pengalaman yang cukup dalam berlaga di kompetisi level professional, bahkan banyak pula yang baru musim ini berlaga ISL. Dua pertandingan terakhir kami memang menunjukkan peningkatan performa, tetapi Persipura tidak bisa disetarakan dengan Persepam (Madura United) ataupun Persela (Lamongan),” kata Darko.
Meski begitu, pelatih berpaspor Perancis itu mengaku siap memberi perlawanan sengit. Menghadapi tim sekelas Persipura, ujar Darko, bukan berarti para pemain PBR akan menyerah begitu saja dalam bertanding. “Saya realistis saja, tapi saya akan melakukan apa yang terbaik yang saya mampu. Hasil imbang sudah menjadi sesuatu yang positif bagi PBR, Kami akan beri perlawanan terhadap mereka,” ungkapnya.
(wbs)