Cedera kambuhan PBR putuskan kontrak Obric
Jum'at, 19 April 2013 - 22:48 WIB
Cedera kambuhan PBR putuskan kontrak Obric
A
A
A
Sindonews.com – Pelita Bandung Raya (PBR) akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memutus kontrak legiun asing mereka Nemanja Obric. Pemecatan dilakukan karena gelandang berpostur tinggi itu ternyata memiliki cedera yang bisa sewaktu-waktu kambuh kembali.
Obric memang telah lama absen merumput dengan skuad PBR. Dia terakhir kali tampil bersama Eka Ramdani dkk saat bertandang ke markas Sriwijaya FC, Palembang, pertengahan Februari lalu. Setelah itu, Obric tidak pernah muncul lagi di lapangan, baik dalam sesi latihan maupun pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) musim ini.
Beberapa tahapan pengobatan pernah diterapkan pada pemain asal Serbia tersebut. Namun berdasarkan diagnosa dokter tim PBR, Ia Kurnia, Obric memiliki cedera yang sudah diderita beberapa bulan sebelum dia absen. Sayangnya, cedera tersebut sulit disembuhkan secara total dan memiliki kemungkinan untuk muncul kembali di masa mendatang.
Direktur Utama PT Kreasi Performa Pasundan, Ali Fachri mengatakan, sebagai perusahaan penaung PBR pihaknya terpaksa memutus kontrak Obric. Hal itu dilakukan demi kelancaran perjalanan tim mengarungi kompetisi musim ini. Skuad The Boys Are Back pun, tuturnya, butuh pemain yang fit dan siap dimainkan kapan saja. Apalagi, saat ini PBR tengah berusaha keras mengumpulkan sebanyak mungkin poin, untuk merangkak dari zona degradasi.
“Kami memutuskan untuk mengakhiri kerjasama kontrak dengan Obric. Dia memiliki cedera yang sudah lama diderita, dan cederanya kambuhan. Pemutusan kontrak yang kami lakukan sudah diatur dalam draft dan pasal-pasal yang ditandatangani dengan Obric saat dikontrak sebelum kompetisi berjalan beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Ali menyebut, untuk mengambil keputusan tersebut, pihaknya sudah melakukan berbagai pertimbangan. Bahkan, untuk menghindari kesalahan diagnosa dari dokter tim, manajemen pun sempat memeriksakan Obric pada tim medis lain di luar PBR. Ternyata, tutur Ali, kesimpulan yang diberikan sama persis.
“Kami pertama kali tahu tentang cedera Obric tersebut dari dokter tim (Ia Kurni). Dan bukan berarti tidak percaya dengan kredibilitas dokter tim kami, tapi kan sudah menjadi hak kami untuk mencari second opinion. Dan ternyata dokter yang lainp pun mengatakan hal yang sama. Jadi walaupun segala macam pengobatan diterapkan pada Obric, bahkan hingga langkah operasi, tetap saja cedera dia akan kambuh lagi,” ungkapnya.
Meski mendapatkan pemain yang diketahui memiliki cedera, Ali tidak merasa tertipu. Karena menurutnya, sepakbola merupakan olahraga keras, sehingga hampir semua pemain pernah memiliki cedera. Andaikan cedera Obric masih bisa disembuhkan, maka kemungkinan besar pemain bernomor punggung 10 tersebut tetap memperkuat skuad The Boys Are Back.
“Kami tidak merasa tertipu dengan merekrut Obric di awal musim. Kejadian seperti ini merupakan salah satu resiko yang dimiliki semua tim sepakbola. Kami pun tidak ada masalah apa-apa dengan Obric setelah keputusan ini, semua baik-baik saja,” pungkas Ali.
Obric memang telah lama absen merumput dengan skuad PBR. Dia terakhir kali tampil bersama Eka Ramdani dkk saat bertandang ke markas Sriwijaya FC, Palembang, pertengahan Februari lalu. Setelah itu, Obric tidak pernah muncul lagi di lapangan, baik dalam sesi latihan maupun pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) musim ini.
Beberapa tahapan pengobatan pernah diterapkan pada pemain asal Serbia tersebut. Namun berdasarkan diagnosa dokter tim PBR, Ia Kurnia, Obric memiliki cedera yang sudah diderita beberapa bulan sebelum dia absen. Sayangnya, cedera tersebut sulit disembuhkan secara total dan memiliki kemungkinan untuk muncul kembali di masa mendatang.
Direktur Utama PT Kreasi Performa Pasundan, Ali Fachri mengatakan, sebagai perusahaan penaung PBR pihaknya terpaksa memutus kontrak Obric. Hal itu dilakukan demi kelancaran perjalanan tim mengarungi kompetisi musim ini. Skuad The Boys Are Back pun, tuturnya, butuh pemain yang fit dan siap dimainkan kapan saja. Apalagi, saat ini PBR tengah berusaha keras mengumpulkan sebanyak mungkin poin, untuk merangkak dari zona degradasi.
“Kami memutuskan untuk mengakhiri kerjasama kontrak dengan Obric. Dia memiliki cedera yang sudah lama diderita, dan cederanya kambuhan. Pemutusan kontrak yang kami lakukan sudah diatur dalam draft dan pasal-pasal yang ditandatangani dengan Obric saat dikontrak sebelum kompetisi berjalan beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Ali menyebut, untuk mengambil keputusan tersebut, pihaknya sudah melakukan berbagai pertimbangan. Bahkan, untuk menghindari kesalahan diagnosa dari dokter tim, manajemen pun sempat memeriksakan Obric pada tim medis lain di luar PBR. Ternyata, tutur Ali, kesimpulan yang diberikan sama persis.
“Kami pertama kali tahu tentang cedera Obric tersebut dari dokter tim (Ia Kurni). Dan bukan berarti tidak percaya dengan kredibilitas dokter tim kami, tapi kan sudah menjadi hak kami untuk mencari second opinion. Dan ternyata dokter yang lainp pun mengatakan hal yang sama. Jadi walaupun segala macam pengobatan diterapkan pada Obric, bahkan hingga langkah operasi, tetap saja cedera dia akan kambuh lagi,” ungkapnya.
Meski mendapatkan pemain yang diketahui memiliki cedera, Ali tidak merasa tertipu. Karena menurutnya, sepakbola merupakan olahraga keras, sehingga hampir semua pemain pernah memiliki cedera. Andaikan cedera Obric masih bisa disembuhkan, maka kemungkinan besar pemain bernomor punggung 10 tersebut tetap memperkuat skuad The Boys Are Back.
“Kami tidak merasa tertipu dengan merekrut Obric di awal musim. Kejadian seperti ini merupakan salah satu resiko yang dimiliki semua tim sepakbola. Kami pun tidak ada masalah apa-apa dengan Obric setelah keputusan ini, semua baik-baik saja,” pungkas Ali.
(wbs)