Kalau sebelumnya bisa menang, kenapa sekarang tidak
Jum'at, 26 April 2013 - 22:43 WIB
Kalau sebelumnya bisa menang, kenapa sekarang tidak
A
A
A
Sindonews.com - Aprilia Yuswandari mengaku kunci kemenangannya atas Nitchaon Jindapon di babak perempat final India Open Superseries 2013, adalah yakin dan tetap fokus untuk melanjutkan momentum keberhasilan yang sebelumnya sempat dicapai di babak sebelumnya. Bukan hanya itu saja juga mampu memperlebar rekor pertemuan mereka menjadi 3-0.
Ini merupakan pertama kalinya bagi Aprilia lolos ke babak semifinal di turnamen ini usai mengalahkannya dengan pertarungan sengit rubber game 18-21, 21-16, 21-18. "Saya senang dengan hasil hari ini, biasanya di superseries nggak tembus-tembus ke semifinal. Kunci kemenangan saya hari ini adalah yakin, saya bisa mengatur mindset, kalau sebelumnya bisa menang, kenapa sekarang tidak bisa?" cerita Aprilia usai pertandingan seperti dilansir PBSI, Jumat (26/4/2013).
Juara German Junior 2007 itu menceritakan bagaimana jalannya pertandingan perempat final tadi. Menurutnya, pada gim pertama dirinya mengakui kekalahannya karena ia terbuai untuk memasuki permainan lawan. Tapi Aprila berhasil mengamankan dua gim berikutnya ketika mampu menemukan titik lemah pemain Thailand tersebut.
"Pada gim pertama saya masuk irama permainannya, dia yang selalu mengatur tempo. Saat itu langkah saya terasa berat sekali, saya harus bisa keluar dari polanya dia dan bermain di pola saya sendiri. Selanjutnya, saya banyak memberi service pendek yang membuat dia serba salah dan akhirnya menyerah" pungkas Aprilia.
Ini merupakan pertama kalinya bagi Aprilia lolos ke babak semifinal di turnamen ini usai mengalahkannya dengan pertarungan sengit rubber game 18-21, 21-16, 21-18. "Saya senang dengan hasil hari ini, biasanya di superseries nggak tembus-tembus ke semifinal. Kunci kemenangan saya hari ini adalah yakin, saya bisa mengatur mindset, kalau sebelumnya bisa menang, kenapa sekarang tidak bisa?" cerita Aprilia usai pertandingan seperti dilansir PBSI, Jumat (26/4/2013).
Juara German Junior 2007 itu menceritakan bagaimana jalannya pertandingan perempat final tadi. Menurutnya, pada gim pertama dirinya mengakui kekalahannya karena ia terbuai untuk memasuki permainan lawan. Tapi Aprila berhasil mengamankan dua gim berikutnya ketika mampu menemukan titik lemah pemain Thailand tersebut.
"Pada gim pertama saya masuk irama permainannya, dia yang selalu mengatur tempo. Saat itu langkah saya terasa berat sekali, saya harus bisa keluar dari polanya dia dan bermain di pola saya sendiri. Selanjutnya, saya banyak memberi service pendek yang membuat dia serba salah dan akhirnya menyerah" pungkas Aprilia.
(dka)