PSSI resmi pecat enam Exco
Selasa, 18 Juni 2013 - 00:17 WIB
PSSI resmi pecat enam Exco
A
A
A
Sindonews.com - Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia PSSI di Surabaya pada 16-18 Juni 2013 resmi memecat enam anggota Komite Eksekutif [Exco] PSSI y, sesuai dengan kesepakatan yang tercapai dalam Kongres Tahunan PSSI di Hotel Shangrila Surabaya, Senin, yang dihadiri 100 pemilik suara (voter).
Ke enam Exco tersebut yakni, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin, Tuti Dauw, Widodo Santoso, Farid Rahman.
Ketua Komisi Disiplin Hinca Panjaitan menjelaskan kepada goal, ke-enam anggota Exco itu melakukan kesalahan serius dengan memalsukan tanda tangan ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein.
"Itu (pemalsuan tanda tangan) adalah perilaku buruk yang tidak bisa dimaafkan dan mencederai organisasi. Komdis telah menjatuhkan sanksi larangan aktif di sepak bola selama 10 tahun," katanya.
Sementara itu, Djohar mengatakan mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukan pembelaan, tetapi ke-enam Exco tersebut malah tidak hadir dalam kongres, dan hanya Widodo Santoso yang memberikan konfirmasi tidak hadir karena berada di luar negeri.
Lima Exco lainnya hingga kini sama sekali tidak memberikan konfirmasi meskipun undangan telah dikirimkan.
"Mereka sebenarnya diberi kesempatan melakukan pembelaan di forum kongres ini, tetapi tidak digunakan. Jadi, kami menyerahkan keputusan selanjutnya kepada para voter," kata Djohar.
Ia menjelaskan bahwa posisi yang ditinggalkan enam anggota Exco tersebut selanjutnya diganti orang baru melalui mekanisme pemilihan yang akan dilakukan pada kongres berikutnya.
"Kongres kali ini akan membentuk komite pemilihan dan komite banding pemilihan untuk keperluan itu (pemilihan anggota Exco dan lainnya)," tambah Djohar.
Ke enam Exco tersebut yakni, Bob Hippy, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin, Tuti Dauw, Widodo Santoso, Farid Rahman.
Ketua Komisi Disiplin Hinca Panjaitan menjelaskan kepada goal, ke-enam anggota Exco itu melakukan kesalahan serius dengan memalsukan tanda tangan ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein.
"Itu (pemalsuan tanda tangan) adalah perilaku buruk yang tidak bisa dimaafkan dan mencederai organisasi. Komdis telah menjatuhkan sanksi larangan aktif di sepak bola selama 10 tahun," katanya.
Sementara itu, Djohar mengatakan mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukan pembelaan, tetapi ke-enam Exco tersebut malah tidak hadir dalam kongres, dan hanya Widodo Santoso yang memberikan konfirmasi tidak hadir karena berada di luar negeri.
Lima Exco lainnya hingga kini sama sekali tidak memberikan konfirmasi meskipun undangan telah dikirimkan.
"Mereka sebenarnya diberi kesempatan melakukan pembelaan di forum kongres ini, tetapi tidak digunakan. Jadi, kami menyerahkan keputusan selanjutnya kepada para voter," kata Djohar.
Ia menjelaskan bahwa posisi yang ditinggalkan enam anggota Exco tersebut selanjutnya diganti orang baru melalui mekanisme pemilihan yang akan dilakukan pada kongres berikutnya.
"Kongres kali ini akan membentuk komite pemilihan dan komite banding pemilihan untuk keperluan itu (pemilihan anggota Exco dan lainnya)," tambah Djohar.
(wbs)