Nekat lawan Stevenson, Pascal cemooh Dawson
Rabu, 19 Juni 2013 - 03:47 WIB
Nekat lawan Stevenson, Pascal cemooh Dawson
A
A
A
Sindonews.com - Mantan juara dunia kelas berat ringan versi IBO dan WBC, Jean Pascal, hanya bisa menggelengkan kepala ketika dia berada di luar ring menyaksikan strategi awal yang dipertontonkan Chad Dawson, saat ditumbangkan Adonis Stevenson di Bell Centre, Montreal, Kanada, 8 Juni lalu.
Pascal, yang memberikan kekalahan pertama dalam karir Dawson pada 2010, menuturkan bahwa Dawson bukanlah petinju yang pandai. Dia langsung tersungkur di ronde pertama, saat menghadapi Stevenson, yang akhirnya merebut gelar WBC milik Dawson. "Dia (Dawson) mungkin memiliki semua keahlian di dunia, tetapi secara mental dia tidak ahli sama sekali," ungkap Pascal, seperti dikutip Boxing Scene.
"Selama tiga bulan semua orang mengatakan kepadanya bahwa pukulan (Stevenson) seperti Mike Tyson, yang pukulannya seperti tank, dan di ronde pertama Anda berada tepat di depannya, (Anda) tinggi, dan Anda bergerak ke arah jangkauan tangannya. Dia gila," sambungnya.
Sebelum pertarungan, Pascal sempat mengatakan bahwa Dawson 'gila' mau menerima pertarungan melawan Stevenson, yang bukan nama besar namun dinilai sebagai salah satu petinju dengan pukulan yang keras dalam tinju. Sementara, Dawson juga baru saja menerima kekalahan TKO yang sangat mengerikan dari Andre Ward.
"Saya tidak tahu mengapa ia mengambil pertarungan itu. Dia (Dawson) memukul seperti Tyson, kidal, dan Stevenson tidak dikenalnya pada saat itu. Dawson adalah salah satu yang terbaik di dunia dan menjadi juara dunia, jadi tentu saja semua orang berpikir dia harus mengalahkan Stevenson," kata Pascal. "Itu pertarungan berisiko tanpa keuntungan pada akhirnya, jadi saya tidak tahu mengapa ia mengambil pertarungan itu."
Menurut Pascal, Dawson melakukan kesalahan yang sama, yakni sama seperti ketika memilih dirinya untuk menjadi lawan tiga tahun yang lalu. Dawson meremehkan Pascal, dan akhirnya menerima kekalahan dari Pascal. Itu kasusnya sama persis dengan Stevenson. "Dawson, alasan saya mengatakan dia bukan orang cerdas. Ia melakukan hal yang sama dengan saya. Dia bilang saya bukan siapa-siapa, saya tidak melawan siapa pun, dia harus mengakses Google (untuk mencari tahu siapa) saya. Dan, saya menghajarnya. Jadi dia kembali ke Montreal dan melakukan hal yang sama lagi (terhadap Stevenson)."
"Itu lucu karena dua minggu sebelum pertarungan, saya bermimpi bahwa Stevenson akan merobohkannya di ronde pertama. Jadi ketika itu terjadi saya sangat terkejut karena saya telah bermimpi tentang hal itu," pungkasnya.
Pascal, yang memberikan kekalahan pertama dalam karir Dawson pada 2010, menuturkan bahwa Dawson bukanlah petinju yang pandai. Dia langsung tersungkur di ronde pertama, saat menghadapi Stevenson, yang akhirnya merebut gelar WBC milik Dawson. "Dia (Dawson) mungkin memiliki semua keahlian di dunia, tetapi secara mental dia tidak ahli sama sekali," ungkap Pascal, seperti dikutip Boxing Scene.
"Selama tiga bulan semua orang mengatakan kepadanya bahwa pukulan (Stevenson) seperti Mike Tyson, yang pukulannya seperti tank, dan di ronde pertama Anda berada tepat di depannya, (Anda) tinggi, dan Anda bergerak ke arah jangkauan tangannya. Dia gila," sambungnya.
Sebelum pertarungan, Pascal sempat mengatakan bahwa Dawson 'gila' mau menerima pertarungan melawan Stevenson, yang bukan nama besar namun dinilai sebagai salah satu petinju dengan pukulan yang keras dalam tinju. Sementara, Dawson juga baru saja menerima kekalahan TKO yang sangat mengerikan dari Andre Ward.
"Saya tidak tahu mengapa ia mengambil pertarungan itu. Dia (Dawson) memukul seperti Tyson, kidal, dan Stevenson tidak dikenalnya pada saat itu. Dawson adalah salah satu yang terbaik di dunia dan menjadi juara dunia, jadi tentu saja semua orang berpikir dia harus mengalahkan Stevenson," kata Pascal. "Itu pertarungan berisiko tanpa keuntungan pada akhirnya, jadi saya tidak tahu mengapa ia mengambil pertarungan itu."
Menurut Pascal, Dawson melakukan kesalahan yang sama, yakni sama seperti ketika memilih dirinya untuk menjadi lawan tiga tahun yang lalu. Dawson meremehkan Pascal, dan akhirnya menerima kekalahan dari Pascal. Itu kasusnya sama persis dengan Stevenson. "Dawson, alasan saya mengatakan dia bukan orang cerdas. Ia melakukan hal yang sama dengan saya. Dia bilang saya bukan siapa-siapa, saya tidak melawan siapa pun, dia harus mengakses Google (untuk mencari tahu siapa) saya. Dan, saya menghajarnya. Jadi dia kembali ke Montreal dan melakukan hal yang sama lagi (terhadap Stevenson)."
"Itu lucu karena dua minggu sebelum pertarungan, saya bermimpi bahwa Stevenson akan merobohkannya di ronde pertama. Jadi ketika itu terjadi saya sangat terkejut karena saya telah bermimpi tentang hal itu," pungkasnya.
(nug)