Nomor berubah, target tim layar ikut direvisi
Kamis, 20 Juni 2013 - 04:52 WIB
Nomor berubah, target tim layar ikut direvisi
A
A
A
Sindonews.com - Target tim layar Indonesia di SEA Games XXVII Myanmar akhirnya diturunkan. Ini berkaitan dengan perubahan nomor yang dilakukan secara sepihak oleh tuan rumah.
Menurut Manajer cabang olahraga layar, Otniel Mamahit target medali emas SEA Games Myanmar dari dua medali emas menjadi satu medali emas.
"Kita punya nomor RS One putra dan putri yang sangat diandalkan untuk meraih medali emas. Terutama di nomor putri. Tapi dua nomor tersebut akhirnya diganti dengan open (terbuka), sehingga atlet putri kita tidak bisa bersaing dengan putra," kata Otniel seperti dilansir situs resmi Satlak Prima.
Selain itu, kata Otniel, usia atlet yang disepakati kelahiran 1994 pada Council Meeting Sport Rules dengan Negara-negara peserta, diubah menjadi 1998 sehingga atlet andalan Indonesia Horiyah yang kelahiran di bawah 1998 sudah tidak bisa ikut.
"Sayangnya Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tidak melakukan pembelaan terhadap perubahan ini. Atau paling tidak sebelum berangkat untuk melakukan rapat council meeting dengan panitia KOI berkoordinasi dengan kami di Porlasi. Sehingga ada acuan mana yang harus diperjuangkan jika terjadi hal-hal seperti ini," lanjut Otniel.
Menurut Manajer cabang olahraga layar, Otniel Mamahit target medali emas SEA Games Myanmar dari dua medali emas menjadi satu medali emas.
"Kita punya nomor RS One putra dan putri yang sangat diandalkan untuk meraih medali emas. Terutama di nomor putri. Tapi dua nomor tersebut akhirnya diganti dengan open (terbuka), sehingga atlet putri kita tidak bisa bersaing dengan putra," kata Otniel seperti dilansir situs resmi Satlak Prima.
Selain itu, kata Otniel, usia atlet yang disepakati kelahiran 1994 pada Council Meeting Sport Rules dengan Negara-negara peserta, diubah menjadi 1998 sehingga atlet andalan Indonesia Horiyah yang kelahiran di bawah 1998 sudah tidak bisa ikut.
"Sayangnya Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tidak melakukan pembelaan terhadap perubahan ini. Atau paling tidak sebelum berangkat untuk melakukan rapat council meeting dengan panitia KOI berkoordinasi dengan kami di Porlasi. Sehingga ada acuan mana yang harus diperjuangkan jika terjadi hal-hal seperti ini," lanjut Otniel.
(wir)