Persiku tanpa beban, PSCS minus gelandang bertahan
Kamis, 20 Juni 2013 - 14:12 WIB
Persiku tanpa beban, PSCS minus gelandang bertahan
A
A
A
Sindonews.com - Persiku Kudus akan menghadapi PSCS Cilacap pada partai terakhir putaran kedua Divisi Utama di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jumat (21/6). Meski akan sulit untuk mendapatkan kemenangan dari tuan rumah, Persiku bertekad pada pertandingan terakhir ini bakal bermain habis-habisan.
Persiku memiliki modal positif, karena sebelum bertandang ke markas Laskar Nusakambang, Persiku sukses membekuk Persikad Depok dengan skor cukup meyakinkan 4-1. Sebaliknya pada pertandingan sebelumnya PSCS hanya mampu bermain imbang tanpa gol atas tamunya PSIS Semarang.
Pelatih Persku Kudus Lukas Tumbuan menginstruksikan pasukannya bermain lepas pada pertandingan terakhir melawan PSCS Cilacap. Saat ini Persiku berada di peringkat empat klasemen sementara grup II dengan 15 poin. Sedangkan PSCS Cilacap berada di peringkat kedua, dengan 32 poin.
Lukas mengaku, dengan tidak ada pengaruh terhadap posisi Persiku, justru membuat punggawa Laskar Macan Muria santai dan dapat bermain tanpa beban apapun. Dengan bermain tanpa beban ini menurutnya, bakal meningkatkan performa Agus Santiko dkk di lapangan.
''Kita main tanpa beban, yang penting adalah bermain sebaik mungkin sebagai persembahan terakhir untuk pendukung setiap Persiku,” ujar Lukas.
Memang tidak akan mudah bagi Persiku untuk mendapatkan kemenangan dari PSCS apalagi di kandang mereka sendiri.Terlebih PSCS memiliki rekor cukup baik ketika bermain di kandang sendiri, yakni tidak pernah kalah dan hanya satu kali seri.
Namun pada laga terakhir putaran pertama tersebut, PSCS memiliki beban cukup berat, karena pastinya bakal mencari kemenangan atau setidaknya bermain seri untuk menggeser posisi PSIS Semarang. ''Beban PSCS lebih besar dari pada kita, jadi hal ini akan kami manfaatkan untuk bermain lepas, tanpa beban, “ tandasnya.
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo mengaku, tidak akan menepikan pertandingan terakhir fase grup ini. Kemenangan tetap menjadi prioritas utama tim. 'Kita kalau menang kita di peringkat satu, kalau seri kemungkinan di peringkat dua, dan itu tidak ada masalah, kami tidak ingin pilih-pilih lawan,” katanya.
Dia mengaku, pada pertandingan terakhir ini, bakal sangat mewaspadai motivasi para pemain persiku, yang tampil tanpa beban. Apalagi pada putaran Pertama lalu Persiku, menelan kekalahan di kandang sendiri, tentu Persiku memiliki motivasi lebih. ''Persiku saya yakin mainnya bakal tanpa beban, nah ini yang perlu kami waspadai sekali, jangan sampai anak-anak menyepelekan, karena akan menjadi blunder sendiri,” ujarnya.
Menjamu Persiku di hadapan ribuan Lanus Mania, PSCS tidak akan diperkuat oleh gelandang bertahan Rastiawan akibat akumulasi kartu. Namun, bagi Gatot hal itu tidak akan menjadi masalah karena sudah ada penggantinya yakni Arif. Arif yang berposisi sebagai stopper akan ditarik sebagai gelandang bertahan, sedangkan posisi stopper diisi oleh Muhammad Arifin. ''Waktu melawan Persikabo, pernah kita coba dan Muhammad Arifin bermain dengan baik sebagai stopper jadi tidak ada masalah,” tandasnya.
Persiku memiliki modal positif, karena sebelum bertandang ke markas Laskar Nusakambang, Persiku sukses membekuk Persikad Depok dengan skor cukup meyakinkan 4-1. Sebaliknya pada pertandingan sebelumnya PSCS hanya mampu bermain imbang tanpa gol atas tamunya PSIS Semarang.
Pelatih Persku Kudus Lukas Tumbuan menginstruksikan pasukannya bermain lepas pada pertandingan terakhir melawan PSCS Cilacap. Saat ini Persiku berada di peringkat empat klasemen sementara grup II dengan 15 poin. Sedangkan PSCS Cilacap berada di peringkat kedua, dengan 32 poin.
Lukas mengaku, dengan tidak ada pengaruh terhadap posisi Persiku, justru membuat punggawa Laskar Macan Muria santai dan dapat bermain tanpa beban apapun. Dengan bermain tanpa beban ini menurutnya, bakal meningkatkan performa Agus Santiko dkk di lapangan.
''Kita main tanpa beban, yang penting adalah bermain sebaik mungkin sebagai persembahan terakhir untuk pendukung setiap Persiku,” ujar Lukas.
Memang tidak akan mudah bagi Persiku untuk mendapatkan kemenangan dari PSCS apalagi di kandang mereka sendiri.Terlebih PSCS memiliki rekor cukup baik ketika bermain di kandang sendiri, yakni tidak pernah kalah dan hanya satu kali seri.
Namun pada laga terakhir putaran pertama tersebut, PSCS memiliki beban cukup berat, karena pastinya bakal mencari kemenangan atau setidaknya bermain seri untuk menggeser posisi PSIS Semarang. ''Beban PSCS lebih besar dari pada kita, jadi hal ini akan kami manfaatkan untuk bermain lepas, tanpa beban, “ tandasnya.
Pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo mengaku, tidak akan menepikan pertandingan terakhir fase grup ini. Kemenangan tetap menjadi prioritas utama tim. 'Kita kalau menang kita di peringkat satu, kalau seri kemungkinan di peringkat dua, dan itu tidak ada masalah, kami tidak ingin pilih-pilih lawan,” katanya.
Dia mengaku, pada pertandingan terakhir ini, bakal sangat mewaspadai motivasi para pemain persiku, yang tampil tanpa beban. Apalagi pada putaran Pertama lalu Persiku, menelan kekalahan di kandang sendiri, tentu Persiku memiliki motivasi lebih. ''Persiku saya yakin mainnya bakal tanpa beban, nah ini yang perlu kami waspadai sekali, jangan sampai anak-anak menyepelekan, karena akan menjadi blunder sendiri,” ujarnya.
Menjamu Persiku di hadapan ribuan Lanus Mania, PSCS tidak akan diperkuat oleh gelandang bertahan Rastiawan akibat akumulasi kartu. Namun, bagi Gatot hal itu tidak akan menjadi masalah karena sudah ada penggantinya yakni Arif. Arif yang berposisi sebagai stopper akan ditarik sebagai gelandang bertahan, sedangkan posisi stopper diisi oleh Muhammad Arifin. ''Waktu melawan Persikabo, pernah kita coba dan Muhammad Arifin bermain dengan baik sebagai stopper jadi tidak ada masalah,” tandasnya.
(aww)