Menpora tuding aksi suporter justru bikin rugi klub
Rabu, 03 Juli 2013 - 07:03 WIB
Menpora tuding aksi suporter justru bikin rugi klub
A
A
A
Sindonews.com - Aksi anarkis yang kadang dilakukan barisan suporter fanatik klub-klub di Indonesia, memancing Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo angkat bicara. Menpora melihat aksi yang dilakukan suporter malah membuat klub yang dibelanya merugi.
Miris memang jika melihat aksi anarkis yang dilakukan suporter-suporter fanatik Indonesia dalam memberi dukungan kepada klub yang dibelanya. Aksi anarkis sendiri, malahan memberikan dampak negatif kepada klub yang didukungnya. Seperti salah satu contohnya, harus menggelar laga kandang di luar kota asal.
Fakta miris, seperti apa yang dialami Persita Tanggerang dan Persikota Tanggerang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanggerang terpaksa menetapkan fatwa haram kepada kedua klub, untuk menggelar laga kandang di kota industri tersebut. Lantaran aksi anarkis selalu dilakukan Laskar Benteng Viola, julukan suporter Persita, dan Benteng Mania, sapaan suporter Persikota.
Tidak hanya kedua klub tersebut, yang harus menelan pil pahit dari aksi-aksi negatif para pendukungnya tersebut. Karena hal serupa juga kerap dialami Persija Jakarta. Dimana klub kebanggaan masyarakat DKI Jakarta tersebut, kerap menjalani laga usiran di Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah.
“Saya merasa kawatir, aksi yang dilakukan para suporter malah merugikan klubnya sendiri. Inisiatif mereka untuk mendukung tapi secara berlebihan, malah yang dikenai sanksi adalah klub yang dibela,” ungkap Menpora, saat meneri pengurus Persija di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Selasa (2/7).
Miris memang jika melihat aksi anarkis yang dilakukan suporter-suporter fanatik Indonesia dalam memberi dukungan kepada klub yang dibelanya. Aksi anarkis sendiri, malahan memberikan dampak negatif kepada klub yang didukungnya. Seperti salah satu contohnya, harus menggelar laga kandang di luar kota asal.
Fakta miris, seperti apa yang dialami Persita Tanggerang dan Persikota Tanggerang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanggerang terpaksa menetapkan fatwa haram kepada kedua klub, untuk menggelar laga kandang di kota industri tersebut. Lantaran aksi anarkis selalu dilakukan Laskar Benteng Viola, julukan suporter Persita, dan Benteng Mania, sapaan suporter Persikota.
Tidak hanya kedua klub tersebut, yang harus menelan pil pahit dari aksi-aksi negatif para pendukungnya tersebut. Karena hal serupa juga kerap dialami Persija Jakarta. Dimana klub kebanggaan masyarakat DKI Jakarta tersebut, kerap menjalani laga usiran di Stadion Manahan, Solo, dan Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah.
“Saya merasa kawatir, aksi yang dilakukan para suporter malah merugikan klubnya sendiri. Inisiatif mereka untuk mendukung tapi secara berlebihan, malah yang dikenai sanksi adalah klub yang dibela,” ungkap Menpora, saat meneri pengurus Persija di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Selasa (2/7).
(wir)