Dianggap lepas tangan, ini tanggapan PSSI
Rabu, 03 Juli 2013 - 16:50 WIB
Dianggap lepas tangan, ini tanggapan PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono membantah anggapan yang menyebut PSSI lepas tangan terhadap permasalahan tunggakan gaji yang mendera PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Pernyataan ini dikeluarkannya untuk menanggapi pernyataan Media Officer PT LPIS, Abi Hasantoso yang meminta PSSI ikut membantu permasalahan gaji itu dan tidak lepas tangan.
"Kami tidak pernah lepas tangan. PSSI sudah juga melakukan tindakan konkret dengan menerima keluhan 11 wasit LPIS yang belum dibayarkan gajinya. Meskipun demikian, kami juga harus telaah persoalan itu dulu agar nantinya tidak berjalan sepihak," tutur Joko di kantor PSSI.
Selain itu, PSSI, jelas Joko, telah memanggil CEO PT LPIS, Widjajanto untuk membahas persoalan tersebut. Sayangnya, yang bersangkutan enggan memenuhi panggilan tersebut.
"Kami juga sudah memanggil Pak Widja untuk membahas hal itu, Namun mungkin karena sibuk atau entah karena apa beliau tidak datang," tambah Joko yang juga menjabat CEO PT. Liga Indonesia.
Permasalahan gaji yang mendera LPIS terungkap pasca perangkat pertandingan Liga Prima Indonesia (yang berada dibawah naungan PT LPIS) antara lain wasit, asisten, pengawas pertandingan, mengadukan nasibnya kepada PSSI mengenai tunggakan gaji yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Abi Hasantoso pun mengakui hal tersebut dan berjanji akan melunasinya. Namun dia meminta PSSI ikut membantu. Pasalnya, Abi menilai, PSSI lah yang dulu menunjuk PT LPIS untuk mengoperasikan LPI.
"Soal tunggakan, PSSI juga harusnya ikut bantu dan bertanggung jawab. Ketua Umum juga tidak bisa lari. Dulu dia yang menunjuk kami," kata Abi, Senin (1/7/2013).
Pernyataan ini dikeluarkannya untuk menanggapi pernyataan Media Officer PT LPIS, Abi Hasantoso yang meminta PSSI ikut membantu permasalahan gaji itu dan tidak lepas tangan.
"Kami tidak pernah lepas tangan. PSSI sudah juga melakukan tindakan konkret dengan menerima keluhan 11 wasit LPIS yang belum dibayarkan gajinya. Meskipun demikian, kami juga harus telaah persoalan itu dulu agar nantinya tidak berjalan sepihak," tutur Joko di kantor PSSI.
Selain itu, PSSI, jelas Joko, telah memanggil CEO PT LPIS, Widjajanto untuk membahas persoalan tersebut. Sayangnya, yang bersangkutan enggan memenuhi panggilan tersebut.
"Kami juga sudah memanggil Pak Widja untuk membahas hal itu, Namun mungkin karena sibuk atau entah karena apa beliau tidak datang," tambah Joko yang juga menjabat CEO PT. Liga Indonesia.
Permasalahan gaji yang mendera LPIS terungkap pasca perangkat pertandingan Liga Prima Indonesia (yang berada dibawah naungan PT LPIS) antara lain wasit, asisten, pengawas pertandingan, mengadukan nasibnya kepada PSSI mengenai tunggakan gaji yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Abi Hasantoso pun mengakui hal tersebut dan berjanji akan melunasinya. Namun dia meminta PSSI ikut membantu. Pasalnya, Abi menilai, PSSI lah yang dulu menunjuk PT LPIS untuk mengoperasikan LPI.
"Soal tunggakan, PSSI juga harusnya ikut bantu dan bertanggung jawab. Ketua Umum juga tidak bisa lari. Dulu dia yang menunjuk kami," kata Abi, Senin (1/7/2013).
(dka)