Dana pemerintah telat turun, tes medis jadi terhambat
Kamis, 04 Juli 2013 - 22:24 WIB
Dana pemerintah telat turun, tes medis jadi terhambat
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah atlet yang akan terjun di SEA Games Myanmar 2013 memang telah menjalani tes medis pada Selasa (2/7) kemarin, di lobby kantor KONI Pusat, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta. Namun, belum semua cabang olahraga yang mengikutkan atletnya dalam tes medis tersebut. Dan pelaksanaannya pun dinilai terlambat.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Dr. Anita Sapardjiman MARS, dari bidang Sport Medicine KONI Pusat. "Idealnya, pemeriksaan ini dilakukan pada Maret-April. Karena pada Mei-Juni, para atlet sudah ada yang melakukan try out dan lokasi tempat tinggal yang jauh dari tempat pemeriksaan," papar mantan atlet renang dengan segudang prestasi itu, ketika ditemui Sindonews, Kamis.
Menurutnya, lambatnya dana yang diberikan pemerintah menjadi salah satu hambatan tidak semua cabang olahraga melakukan tes medis. Dari 35 cabang olahraga (cabor) yang diikuti dalam SEA Games XXVII pada Desember mendatang, hanya atlet dari 16 cabor yang telah mengikuti tes medis tersebut.
16 cabor yang telah melakukan tes medis, adalah angkat besi, atletik, berkuda, bola basket, bulu tangkis, golf, gulat, hoki, karate, lompat indah, menembak, muay thai, sepak takraw, tinju, vovinam, wushu.
Sementara itu, pemeriksaan medis yang telah dilakukan untuk para atlet, antara lain pemeriksaan keadaan fisik dari tekanan darah, berat dan tinggi badan, serta kadar lemak baik dari dalam dan luar. Dilakukannya pemeriksaan tersebut untuk menghindarkan para atlet dari hal-hal yang membahayakan ketika menjalani pertandingan.
Di samping itu, Anita juga memberikan arahan kepada para atlet untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang layak, dan mengharapkan yang terbaik dari mereka. "Karena kami berharap para atlet memberikan yang terbaik. Oleh karena itu, kami juga harus memberikan yang terbaik untuk mereka," terang atlet renang yang bersinar pada era 1970-an itu.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Dr. Anita Sapardjiman MARS, dari bidang Sport Medicine KONI Pusat. "Idealnya, pemeriksaan ini dilakukan pada Maret-April. Karena pada Mei-Juni, para atlet sudah ada yang melakukan try out dan lokasi tempat tinggal yang jauh dari tempat pemeriksaan," papar mantan atlet renang dengan segudang prestasi itu, ketika ditemui Sindonews, Kamis.
Menurutnya, lambatnya dana yang diberikan pemerintah menjadi salah satu hambatan tidak semua cabang olahraga melakukan tes medis. Dari 35 cabang olahraga (cabor) yang diikuti dalam SEA Games XXVII pada Desember mendatang, hanya atlet dari 16 cabor yang telah mengikuti tes medis tersebut.
16 cabor yang telah melakukan tes medis, adalah angkat besi, atletik, berkuda, bola basket, bulu tangkis, golf, gulat, hoki, karate, lompat indah, menembak, muay thai, sepak takraw, tinju, vovinam, wushu.
Sementara itu, pemeriksaan medis yang telah dilakukan untuk para atlet, antara lain pemeriksaan keadaan fisik dari tekanan darah, berat dan tinggi badan, serta kadar lemak baik dari dalam dan luar. Dilakukannya pemeriksaan tersebut untuk menghindarkan para atlet dari hal-hal yang membahayakan ketika menjalani pertandingan.
Di samping itu, Anita juga memberikan arahan kepada para atlet untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang layak, dan mengharapkan yang terbaik dari mereka. "Karena kami berharap para atlet memberikan yang terbaik. Oleh karena itu, kami juga harus memberikan yang terbaik untuk mereka," terang atlet renang yang bersinar pada era 1970-an itu.
(nug)