Jantung Presiden FIFA berdetak lihat Palestina

Selasa, 09 Juli 2013 - 03:51 WIB
Jantung Presiden FIFA...
Jantung Presiden FIFA berdetak lihat Palestina
A A A
Sindonews.com - Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Sepp Blatter berangkat ke Israel untuk menghentikan pembatasan yang diberlakukan rezim zionis itu terhadap pesepakbola Palestina.

Dalam wawancara di situs resmi FIFA, Blatter mengatakan bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Blatter menyebut pertemuan dengan Netanyahu akan menjadi pertemuan ‘paling sensitif’ dari misi kedatangannya.

Blatter berkomitmen untuk menolong tim nasional Palestina. Komitmen Blatter ini disampaikan dalam lawatannya di Tepi Barat, Minggu (7/7). "Saya adalah penduduk dunia, tapi jantung saya berdetak untuk Palestina," kata Blatter

Blatter saat ini tengah melangsungkan lawatan di Tepi Barat. Kedatangan orang nomor satu di FIFA itu disambut meriah dengan tarian khas Palestina dan pengalungan bunga.

Presiden FIFA itu juga akan bertemu dengan para pejabat federasi sepak bola Israe dan Palestina, serta mengunjungi proyek pengembangan olahraga sepak bola di Israel dan Palestina, dan di sebuah kamp pengungsi Suriah di Yordania.

Ia ingin memudahkan 'langkah' timnas Palestina yang saat ini masih tersandung batasan keamanan yang ditetapkan Israel. Untuk itu, Blatter ingin membenahi persepakbolaan di Palestina.

“Ini adalah perjalanan campur-campur terkait proyek-proyek sepak bola. Secara khusus, perjalanan ini adalah misi diplomatik sekaligus politik. Saya berharap bisa memberikan berita bagus sekembalinya nanti,” ujar Blatter.

Aparat perbatasan Israel baik di Gaza maupun di Tepi Barat sering menghambat para atlet Palestina yang akan mengikuti kompetisi olahraga diluar kedua wilayah itu mapun ke luar negeri.

Israel berdalih pencegahan itu untuk alasan keamanan, dan mengklaim telah mempermudah prosedur perjalanan bagi para atlet Palestina. Tapi faktanya, pembatasan yang diberlakukan rezim zionis juga berdampak pada atlet negara lain.

Baru-baru ini, dua atlet muda asal Myanmar tertahan di Yordania selama seminggu, karena menunggu perizinan dari pihak Israel. Kedua atlet Myanmar itu sedianya akan mengikuti turnamen sepak bola usia dibawah 17 tahun yang digelar di wilayah Palestina.
(wbs)
Berita Terkait
Mampukah Timnas Malaysia...
Mampukah Timnas Malaysia Cerak Sejarah di FIFA Matchday September 2023?
Update Ranking FIFA:...
Update Ranking FIFA: Timnas Indonesia Meroket, Peringkat Terbaik 76 Dunia
FIFA Matchday Indonesia...
FIFA Matchday Indonesia vs Burundi: Perhitungan Poin Jika Skuad Garuda Menang
Skandal Korupsi FIFA:...
Skandal Korupsi FIFA: Bekas Direktur Keuangan Dihukum 10 Tahun
Update Ranking FIFA,...
Update Ranking FIFA, Timnas Indonesia Naik 3 Peringkat
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Bisa Naik ke Posisi 127 Dunia usai Kekalahan 2 Wakil Afrika
Berita Terkini
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
34 menit yang lalu
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
2 jam yang lalu
Ceferin Bilang Piala...
Ceferin Bilang Piala Dunia 2026 Tak Menarik, 13 Negara Murka
3 jam yang lalu
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
3 jam yang lalu
FA Simpan Tiket Murah...
FA Simpan Tiket Murah Piala Dunia 2026 untuk Fans Inggris
4 jam yang lalu
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
5 jam yang lalu
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved