Dua pemain asing, satu lokal jadi korban krisis
Selasa, 16 Juli 2013 - 20:57 WIB
Dua pemain asing, satu lokal jadi korban krisis
A
A
A
Sindonews.com - PSIR Rembang memutuskan untuk mencoret dua pemain asing dan satu pemain lokal. Pencoretan tiga pemain ini untuk mengurangi beban finansial tim, mengingat kondisi keuangan saat ini masih cukup sulit bagi laskar Dampo Awang.
Dua pemain asing yang dicoret adalah Kandi Lansana dan Esiah Pello Benson. Sementara pemain lokal adalah penjaga gawang, yaitu Rudi Ardiansyah. Pencoretan Kandi Lansana cukup mengejutkan, mengingat selama ini peran Kandi di sektor belakang PSIR cukup dominan dibandingan pemain lain.
Bahkan, sebagai pemain belakang Kandi sudah menyumbangkan satu gol untuk PSIR. Sedangkan untuk Esiah Pello Benson memang kurang memberikan mendapatkan tempat, karena posisi striker selalu dipercayakan kepada Cristain Lenglolo.
Selain mencoret tiga pemainnya, PSIR juga kehilangan gelandang muda asli Rembang, Khanif Munjirin yang hengkan ke Persijap Jepara. Sebenarnya ada empat pemain yang masuk daftar rekomendasi pelatih Haryanto untuk dicoret, namun hanya tiga yang kemudian di setujui oleh manajemen.
CEO PSIR Charis Kurniawan, menyatakan meski kehilangan empat pemain, PSIR belum ada rencana untuk melakukan penambahan pemain untuk mengisi pos-pos yang ditinggalkan. ''Meski kita mencoret pemain, tetapi belum tahu apakah akan menambah atau tidak. Hal itu akan disesuaikan dengan kondisi keuangan tim,” ujarnya.
Pelatih PSIR Haryanto, menyatakan keputusan manajemen untuk mencoret beberapa pemain adalah keputusan yang cukup masuk akal. Pasalnya, dengan kondisi keuangan tim yang masih kesulitan, mencoret pemain adalah salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran.
Haryanto menegaskan, dengan kehilangan empat pemainnya sekaligus, maka pada putaran kedua nanti akan memaksimalkan pemain-pemain yang ada, terutama pemain-pemain muda dan putra dearah. ''Pemain-pemain lokal kita cukup baik, kita punya Zaenal Arifin, Efendi, ada M Heppy, mereka pemain muda yang cukup baik,” katanya.
Meski hanya mengandalkan pemain-pemain lokal, pada putaran kedua yang akan digulirkan Agustus mendatang, tetap mematok target tinggi yakni masuk empat besar klasmen akhir IPL. Haryanto menyadari, putaran kedua akan semakin sulit dilalui mengingat persiapan tim-tim perserta IPL sudah semakin siap menghadapi kompetisi.
Bahkan sejumlah tim melakukan bongkar pasang pemain untuk memperkuat tim. ''Kami yakin pemain-pemain lokal kami akan mamu berbicara banyak. Mereka sudah pengalaman, memiliki skill, jadi kami tidak akan ragu,” tandasnya
Dua pemain asing yang dicoret adalah Kandi Lansana dan Esiah Pello Benson. Sementara pemain lokal adalah penjaga gawang, yaitu Rudi Ardiansyah. Pencoretan Kandi Lansana cukup mengejutkan, mengingat selama ini peran Kandi di sektor belakang PSIR cukup dominan dibandingan pemain lain.
Bahkan, sebagai pemain belakang Kandi sudah menyumbangkan satu gol untuk PSIR. Sedangkan untuk Esiah Pello Benson memang kurang memberikan mendapatkan tempat, karena posisi striker selalu dipercayakan kepada Cristain Lenglolo.
Selain mencoret tiga pemainnya, PSIR juga kehilangan gelandang muda asli Rembang, Khanif Munjirin yang hengkan ke Persijap Jepara. Sebenarnya ada empat pemain yang masuk daftar rekomendasi pelatih Haryanto untuk dicoret, namun hanya tiga yang kemudian di setujui oleh manajemen.
CEO PSIR Charis Kurniawan, menyatakan meski kehilangan empat pemain, PSIR belum ada rencana untuk melakukan penambahan pemain untuk mengisi pos-pos yang ditinggalkan. ''Meski kita mencoret pemain, tetapi belum tahu apakah akan menambah atau tidak. Hal itu akan disesuaikan dengan kondisi keuangan tim,” ujarnya.
Pelatih PSIR Haryanto, menyatakan keputusan manajemen untuk mencoret beberapa pemain adalah keputusan yang cukup masuk akal. Pasalnya, dengan kondisi keuangan tim yang masih kesulitan, mencoret pemain adalah salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran.
Haryanto menegaskan, dengan kehilangan empat pemainnya sekaligus, maka pada putaran kedua nanti akan memaksimalkan pemain-pemain yang ada, terutama pemain-pemain muda dan putra dearah. ''Pemain-pemain lokal kita cukup baik, kita punya Zaenal Arifin, Efendi, ada M Heppy, mereka pemain muda yang cukup baik,” katanya.
Meski hanya mengandalkan pemain-pemain lokal, pada putaran kedua yang akan digulirkan Agustus mendatang, tetap mematok target tinggi yakni masuk empat besar klasmen akhir IPL. Haryanto menyadari, putaran kedua akan semakin sulit dilalui mengingat persiapan tim-tim perserta IPL sudah semakin siap menghadapi kompetisi.
Bahkan sejumlah tim melakukan bongkar pasang pemain untuk memperkuat tim. ''Kami yakin pemain-pemain lokal kami akan mamu berbicara banyak. Mereka sudah pengalaman, memiliki skill, jadi kami tidak akan ragu,” tandasnya
(aww)