Lundy mencoba bangkit dari dua kekalahan beruntun
Rabu, 17 Juli 2013 - 07:58 WIB
Lundy mencoba bangkit dari dua kekalahan beruntun
A
A
A
Sindonews.com - Mantan juara kelas ringan NABF yang kini bersaing di kelas welter junior, Henry Lundy, akan menjalani salah satu pertarungan penting pada Sabtu (20/7) ini. Petinju berusia 29 tahun itu memiliki jadwal untuk menghadapi petinju kelas welter junior nomor tiga WBC, Olusegun Ajose, di Salem, New Hampshire, Amerika Serikat.
"Pertarungan ini sangat berarti. Saya datang dengan dua kekalahan baru-baru ini, yang saya kira saya bisa memenangkannya, terutama yang di Ukraina (menghadapi Viktor Postol)," tandas Lundy, dikutip Fight News, Rabu (17/7). "Saya benar-benar mengalahkan petinju itu (Postol), tapi saya tidak mendapatkan hasil keputusan yang adil."
Dalam laga melawan Ajose, Hundy ingin membuktikan kepada dunia bahwa dia belum berakhir. "Saya tengah mencari pembuktian bahwa Hammerin Hank adalah salah satu petinju elit di dunia. Semua orang tahu (Olusegun) pernah menghadapi (Lucas) Matthysse. Saya sudah berada di 10 besar dunia, dan ini akan menjadi kali kedua, setelah saya mengalahkannya." Saya seorang pejuang kelas dunia dan juara kelas dunia segera-to-be. Aku akan di sana untuk memberikan itu semua saya.
Pria asal Philadelphia, Pennsylvania, AS, itu mengklaim jika dirinya merupakan petinju kelas dunia, dan calon juara dunia. Sehingga, dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya, saat menghadapi Ajose. "Ini laga do or die, dan saya membiarkan semuanya keluar pada malam pertarungan. Saya akan datang di sana dan mengikuti kontes dan mendapatkan kemenangan melawan seorang petinju yang memiliki peringkat di WBC."
"Ini akan benar-benar sangat hebat untuk tiba di sana dan menyelesaikan urusan. Yang akan menempatkan saya di spot nomor dua atau tiga, dan memberi saya kesempatan untuk berjuang meraih gelar juara dunia," pungkas pemilik rekor pro 22 kali menang, tiga kali kalah, dan satu kali imbang.
"Pertarungan ini sangat berarti. Saya datang dengan dua kekalahan baru-baru ini, yang saya kira saya bisa memenangkannya, terutama yang di Ukraina (menghadapi Viktor Postol)," tandas Lundy, dikutip Fight News, Rabu (17/7). "Saya benar-benar mengalahkan petinju itu (Postol), tapi saya tidak mendapatkan hasil keputusan yang adil."
Dalam laga melawan Ajose, Hundy ingin membuktikan kepada dunia bahwa dia belum berakhir. "Saya tengah mencari pembuktian bahwa Hammerin Hank adalah salah satu petinju elit di dunia. Semua orang tahu (Olusegun) pernah menghadapi (Lucas) Matthysse. Saya sudah berada di 10 besar dunia, dan ini akan menjadi kali kedua, setelah saya mengalahkannya." Saya seorang pejuang kelas dunia dan juara kelas dunia segera-to-be. Aku akan di sana untuk memberikan itu semua saya.
Pria asal Philadelphia, Pennsylvania, AS, itu mengklaim jika dirinya merupakan petinju kelas dunia, dan calon juara dunia. Sehingga, dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya, saat menghadapi Ajose. "Ini laga do or die, dan saya membiarkan semuanya keluar pada malam pertarungan. Saya akan datang di sana dan mengikuti kontes dan mendapatkan kemenangan melawan seorang petinju yang memiliki peringkat di WBC."
"Ini akan benar-benar sangat hebat untuk tiba di sana dan menyelesaikan urusan. Yang akan menempatkan saya di spot nomor dua atau tiga, dan memberi saya kesempatan untuk berjuang meraih gelar juara dunia," pungkas pemilik rekor pro 22 kali menang, tiga kali kalah, dan satu kali imbang.
(nug)