Kurang dana Rp60 miliar, KONI berharap ada jalan keluar
Rabu, 17 Juli 2013 - 13:59 WIB
Kurang dana Rp60 miliar, KONI berharap ada jalan keluar
A
A
A
Sindonews.com - Terkait, masalah kekurangan dana sekita Rp60 miliar Jelang berlangsungnya SEA Games Myanmar bulan Desember 2013 mendatang. Satlak Prima, sebagai badan pelaksana pelatnas berencana mencoret cabang olahraga (cabor) yang tidak potensial menyumbang emas. Tak ayal kondisi ini mengundang reaksi keras dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman.
Tono, mengaku menyayangkan apabila ada cabor yang dibatalkan untuk mengikuti SEA Games Myanmar bulan Desember 2013. Menurut masih ada solusi untuk menanggulangi kekurangan tersebut.
"Koni sebagai lembaga pembina mempunyai opsi untuk bertemu dengan penentu kebijakan (presiden) untuk menjelaskan kondisi ini. Pasti ada solusi, jangan langsung memotong-motong seperti itu, secara tidak langsung itu namanya pengurangan,"ujar Tono Suratman di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.
Sebelumnya Indonesia akan menurunkan atlet dari 39 cabang olahraga pada ajang multievent dua tahunan tersebut. Kemungkinan Indonesia hanya mengirimkan 32 cabor. Ia berharap pemerintah dalam hal ini kemenpora bisa menemukan solusi terbaik.
"Itu sebenarnya tugas pemerintah kami kan pembina,sebaiknya tidak demikian, pemerintah masih banyak cara untuk mendapatakan dana itu. 60 Miliar ngga ada apanya," pungkasnya.
Tono, mengaku menyayangkan apabila ada cabor yang dibatalkan untuk mengikuti SEA Games Myanmar bulan Desember 2013. Menurut masih ada solusi untuk menanggulangi kekurangan tersebut.
"Koni sebagai lembaga pembina mempunyai opsi untuk bertemu dengan penentu kebijakan (presiden) untuk menjelaskan kondisi ini. Pasti ada solusi, jangan langsung memotong-motong seperti itu, secara tidak langsung itu namanya pengurangan,"ujar Tono Suratman di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.
Sebelumnya Indonesia akan menurunkan atlet dari 39 cabang olahraga pada ajang multievent dua tahunan tersebut. Kemungkinan Indonesia hanya mengirimkan 32 cabor. Ia berharap pemerintah dalam hal ini kemenpora bisa menemukan solusi terbaik.
"Itu sebenarnya tugas pemerintah kami kan pembina,sebaiknya tidak demikian, pemerintah masih banyak cara untuk mendapatakan dana itu. 60 Miliar ngga ada apanya," pungkasnya.
(wbs)