Perpanjang kontrak, Guidolin di Udinese sampai 2017
Kamis, 18 Juli 2013 - 18:51 WIB
Perpanjang kontrak, Guidolin di Udinese sampai 2017
A
A
A
Sindonews.com – Udinese memperpanjang ikatan kontraknya dengan pelatih Francesco Guidolin dua tahun lagi. Sebelumnya kontrak Guidolin di Stadion Friuli akan berakhir tahun 2015 dan kini telah diperpanjang sampai musim panas 2017.
Ini menjadi pengabdian kedua kalinya bagi pelatih berusia 57 tahun tersebut. Dia kembali melatih Udinese sejak musim panas 2010 setelah dua tahun sebelumnya menangani Parma.
Pertama kali dia melatih Udinese selama semusim (1998/199). Lalu setelah melanjutkan karir bersama enam klub berbeda termasuk membantu Parma finis di papan tengah klasemen 2009/10, dia memutuskan kembali ke Udinese.
Selama dua musim melatih Udinese, dia membantu tim finis di peringkat keempat dan ketiga klasemen. Di musim 2010, Udinese finis diperingkat keempat setelah AC Milan, Inter Milan dan Napoli dengan Juventus sebagai juara.
Di musim keduanya, Guidolin membanti tim lolos babak grup Liga Champions meski akhirnya disingkirkan Arsenal. Lalu di babak 16 besar Liga Europa, Udinese disingkirkan AZ Alkmaar.
Musim berikutnya dia mengantarkan Udinese finis di posisi terbaik sepanjang sejarah yakni peringkat ketiga setelah Lazio, Napoli dan Inter Milan.
Ini menjadi pengabdian kedua kalinya bagi pelatih berusia 57 tahun tersebut. Dia kembali melatih Udinese sejak musim panas 2010 setelah dua tahun sebelumnya menangani Parma.
Pertama kali dia melatih Udinese selama semusim (1998/199). Lalu setelah melanjutkan karir bersama enam klub berbeda termasuk membantu Parma finis di papan tengah klasemen 2009/10, dia memutuskan kembali ke Udinese.
Selama dua musim melatih Udinese, dia membantu tim finis di peringkat keempat dan ketiga klasemen. Di musim 2010, Udinese finis diperingkat keempat setelah AC Milan, Inter Milan dan Napoli dengan Juventus sebagai juara.
Di musim keduanya, Guidolin membanti tim lolos babak grup Liga Champions meski akhirnya disingkirkan Arsenal. Lalu di babak 16 besar Liga Europa, Udinese disingkirkan AZ Alkmaar.
Musim berikutnya dia mengantarkan Udinese finis di posisi terbaik sepanjang sejarah yakni peringkat ketiga setelah Lazio, Napoli dan Inter Milan.
(irc)